Bungo, Sinata.id – Wakil Bupati Bungo, Tri Wahyu Hidayat, mengimbau masyarakat Kabupaten Bungo untuk meningkatkan kewaspadaan dan memperkuat keamanan lingkungan pasca peristiwa pembunuhan dosen cantik Erni Yunianti (EY) di Perumahan BTN Al-Kausar, Rimbo Tengah. EY tewas dibunuh oleh oknum polisi Brigadir W, anggota Polres Tebo.
Imbauan disampaikan saat beliau mendampingi Kapolres Bungo, AKBP Natalena Eko Cahyono, dalam konferensi pers di Mapolres Bungo pada Minggu (02/11/2025).
Wabup Tri Wahyu menyatakan turut berduka yang mendalam atas kejadian tersebut dan mengajak semua elemen masyarakat berperan aktif menjaga keamanan wilayah.
“Saya mohon kepada para Rio, RT, dan Lurah agar kembali mengaktifkan sistem keamanan lingkungan seperti pos ronda atau poskamling di wilayah masing-masing. Setiap tamu yang masuk ke organisasi hendaknya ditanyai dan diperiksa tujuannya, terutama jika tidak diketahui warga sekitar,” ujar Tri.
Baca juga:
Jadi Tersangka, Bripda Waldi Pembunuh Dosen Cantik Terancam Hukuman Mati
Dia menekankan penguatan sistem keamanan berbasis masyarakat sebagai langkah penting mencegah terulangnya kejadian serupa.
Wabup meminta agar masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya.
“Kita percaya sepenuhnya proses pengusutan kasus ini kepada pihak kepolisian. Mari kita mendukung langkah aparat agar kasus ini dapat terungkap secara tuntas dan transparan,” ujarnya.
Menurut Tri, pentingnya sinergi antara masyarakat dan aparat keamanan sebagai kunci menjaga stabilitas dan perdamaian daerah. Sebab, keamanan bukan hanya tanggung jawab aparat penegak hukum, tetapi juga seluruh masyarakat.
“Kita semua tentu khawatir atas kejadian ini. Namun dari peristiwa ini, mari kita ambil pelajaran untuk lebih peduli terhadap lingkungan sekitar. Dengan kepedulian dan kerja sama yang baik, Kabupaten Bungo akan tetap menjadi daerah yang aman dan nyaman bagi seluruh,” pungkasnya.
Baca juga:
Motif Pembunuhan Sadis Dosen Cantik Bungo, Pelaku Oknum Polisi
Motif Pembunuhan
Kasus pembunuhan tragis yang menimpa EY (37), dosen Institut Administrasi dan Kesehatan (IAK) Setih Setio Bungo, Jambi, diduga kuat berakar pada motif asmara yang kelam dan kecemburuan.
Dugaan itu menguat setelah tim gabungan Satreskrim Polres Bungo dan Polres Tebo berhasil menangkap satu terduga pelaku berinisial W, yang dikabarkan merupakan anggota Polri bertugas di Polres Tebo.
Oknum polisi berpangkat Brigadir itu berlangsung tanpa perlawanan di sebuah rumah kontrakan di Tebo Tengah, Kabupaten Tebo, Minggu (2/11/2025).
Dugaan motif asmara muncul dari fakta bahwa korban dan pelaku dikabarkan telah menjalin hubungan selama dua tahun.
Namun, Erni mulai menjauh dan menolak melanjutkan hubungan setelah mengetahui Brigadir W memiliki wanita idaman lain.
Hal itu ternyata memicu kecemburuan pelaku ketika korban mulai dekat dengan pria lain, yang berujung pada gelap mata dan nekat menghabisi nyawa korban secara tragis.
Awalnya, kematian dosen yang dikenal ramah dan berdedikasi tinggi itu sempat diduga sebagai korban perampokan, mengingat sejumlah barang berharga seperti mobil dan sepeda motor korban turut hilang.
Namun, penyelidikan polisi mengarah pada drama cinta yang berdarah.
Kapolres Bungo, AKBP Natalena Eko Cahyono, mengonfirmasi bahwa pelaku telah mengakui perbuatannya.
“Dari hasil pemeriksaan sementara, motif pembunuhan ini berkaitan dengan masalah pribadi dan hubungan asmara antara pelaku dan korban. Namun, penyidik masih mendalami kemungkinan adanya faktor lain,” ujar Eko. (A58)










Jadilah yang pertama berkomentar di sini