Info Market CPO
🗓 Update: Kamis, 30 April 2026 |18:09 WIB |Volume: 0.5K • 0.3K • 0.2K DMI • FOB TDUKU • LOCO PARINDU • LOCO KEMBAYAN • LOCO NGABANG • LOCO LUWU
HARGA CPO (WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
15312 15225 (KJA) 15400 (AGM) 15450 - WD
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
15312 15225 (KJA) 15205 15450 - WD
N6 N4 (N6)
Vol: 0.5K · FOB TDUKU
15112 (PRISCOLIN) 14995 (MM) 15000 (AGM) 15250 - WD
N6 N4 (N6)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
14787 14490 (MNA) 14600 (PBI) 15100 - WD
N13 N4 (N13)
Vol: 0.3K · LOCO KEMBAYAN
14762 14490 (MNA) 14500 (PBI) 15000 - WD
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K · LOCO NGABANG
14947 14490 (MNA) 14600 (PBI) 15100 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 0.5K · LOCO LUWU
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • Pasar cenderung melemah pada beberapa lokasi LOCO
  • Persaingan harga cukup ketat antar bidder
  • Masih terdapat beberapa grade tanpa penawaran
👥Sumber: Internal Market CPO
Advertisement
Model
Dunia

Mojtaba Khamenei Menghilang? Misteri Pemimpin Iran di Tengah Konflik

mojtaba khamenei menghilang? misteri pemimpin iran di tengah konflik
Pemimpin Iran Mojtaba Khamenei. (istimewa)

Teheran, Sinata.id – Publik Iran masih diliputi tanda tanya besar terkait keberadaan pemimpin tertinggi baru, Mojtaba Khamenei.

Sejak disebut sebagai pengganti Ayatollah Ali Khamenei yang dilaporkan tewas dalam serangan di Teheran, sosok Mojtaba belum pernah tampil secara langsung di hadapan publik.

Advertisement

Mengutip laporan CNN International, Rabu (22/4/2026), ketidakhadiran Mojtaba menjadi sorotan di tengah situasi konflik yang mengancam stabilitas rezim Iran. Sejauh ini, pernyataan yang mengatasnamakan dirinya hanya disampaikan melalui siaran televisi atau video berbasis kecerdasan buatan (AI), sehingga memicu berbagai spekulasi.

Kondisi ini berbeda dengan Ayatollah yang selama bertahun-tahun dikenal aktif dan vokal dalam menyampaikan sikap politik Iran. Sejumlah pengamat menilai, nama Mojtaba saat ini digunakan sebagai simbol legitimasi politik oleh elite pemerintahan.

Baca Juga  Israel Klaim Kuasai Udara Teheran, Perang Multi-Front Dimulai

Direktur Proyek Iran di International Crisis Group, Ali Vaez, menilai Mojtaba kemungkinan tidak berada dalam posisi yang memungkinkan untuk mengambil keputusan strategis secara langsung.

“Tampaknya Mojtaba tidak dalam kondisi untuk membuat keputusan kritis secara mandiri. Namun, sistem tetap menggunakan namanya untuk memberikan persetujuan akhir terhadap keputusan besar,” ujar Vaez.

Ia menambahkan, penggunaan nama Mojtaba juga berfungsi sebagai pelindung dari kritik internal. Dengan mengatasnamakan pemimpin tertinggi, para negosiator dinilai lebih aman dalam menjalankan kebijakan.

“Sistem sengaja menonjolkan keterlibatan Mojtaba sebagai perisai dari kritik internal. Ketidakhadirannya justru memberi ruang bagi pejabat untuk mengaitkan berbagai keputusan kepadanya,” lanjutnya.

AS Pantau Ketat Perkembangan Iran

Baca Juga  Tanker Menumpuk di Teluk Persia, Selat Hormuz Nyaris Lumpuh di Tengah Konflik

Perkembangan ini juga mendapat perhatian serius dari Amerika Serikat (AS). Presiden Donald Trump menyatakan bahwa Iran kini mengalami perubahan besar dalam struktur kepemimpinan pascakonflik.

“Kami berhadapan dengan pihak yang berbeda dari sebelumnya,” ujar Trump dalam pernyataannya.

Namun, ketidakjelasan mengenai sosok pengambil keputusan utama dinilai menjadi kendala dalam proses negosiasi.

Analis dari Institut Studi Keamanan Nasional Israel, Danny Citrinowicz, menilai sistem politik Iran saat ini semakin kompleks dan terfragmentasi.

“Jika sebelumnya negosiasi sudah sulit, kini menjadi jauh lebih rumit karena sistem yang semakin terdesentralisasi dan kaku secara ideologis,” tulisnya.

Senada dengan itu, peneliti dari German Institute for International and Security Affairs, Hamidreza Azizi, menyebut para pejabat Iran berada dalam posisi sulit.

Baca Juga  Wabah Campak Meluas di AS, Ratusan Warga Jalani Karantina

“Mereka harus menyeimbangkan tekanan domestik dan tuntutan diplomasi internasional dalam situasi yang sangat sensitif,” ujarnya.

Ali Vaez kembali menegaskan, ketidakhadiran Mojtaba justru dimanfaatkan oleh elite politik untuk melegitimasi berbagai kebijakan.

“Selama ia tidak muncul, tidak ada bantahan langsung. Hal ini memberi ruang bagi pejabat untuk mengaitkan keputusan kepada dirinya,” tegas Vaez.

Situasi ini membuat AS kesulitan menentukan pihak yang benar-benar memegang kendali di Iran. Struktur kekuasaan yang terdesentralisasi menyebabkan proses diplomasi menjadi lebih panjang dan kompleks. (A02)

 

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini