Info Market CPO
🗓 Update: Jumat, 8 Mei 2026 |15:34 WIB |Volume: 0.5K • 0.2K • 2.6K DMI • LOCO NGABANG • LOCO KEMBAYAN • LOCO PARINDU • FOB PALOPO
HARGA CPO (ACC/WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
15222 15200 (TON) 15131 (AGM) 15275 - WD
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
15222 15100 (IMT/KJA) 15131 (AGM) 15275 KJA ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.5K · LOCO NGABANG
14782 14675 (MNA) 14500 (PBI) 14925 EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.5K · LOCO KEMBAYAN
14772 14525 (MNA) 14400 (PBI) 14825 EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
14782 14600 (MNA) 14500 (PBI) 14925 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 2.6K · FOB PALOPO
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • EUP masih mendominasi pada beberapa titik LOCO
  • Persaingan harga di DMI berlangsung ketat
  • Masih terdapat lokasi tanpa penawaran
👥Sumber: Internal Market CPO
Model
Hiburan

Minum Teh Setelah Makan Kurangi Penyerapan Zat Besi

minum teh setelah makan kurangi penyerapan zat besi
Teh

Jakarta, Sinata.id – Peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengingatkan masyarakat mengenai risiko kesehatan di balik kebiasaan mengonsumsi teh sesaat setelah makan. Kandungan senyawa dalam teh diketahui dapat menghambat penyerapan nutrisi penting yang dibutuhkan oleh tubuh.

Kepala Pusat Riset (PR) Bahan Baku Obat dan Obat Tradisional BRIN, Sofa Fajriah, menjelaskan bahwa teh mengandung senyawa tanin dan kafein. Jika dikonsumsi bersamaan dengan makanan, kedua zat ini secara signifikan mengganggu proses penyerapan zat gizi, terutama zat besi, kalsium, dan zinc.

Advertisement

“Teh yang diminum bersamaan dengan makanan bisa berdampak pada penyerapan zat gizi tertentu,” ujar Sofa seperti diwartakan CNN, dikutip pada Selasa (10/2)

Baca Juga  Kisah Perjuangan Vokalis Element Lucky Widja Melawan TB Ginjal Berakhir Duka

Risiko Gangguan Kesehatan

Berdasarkan sejumlah riset, kandungan tanin dalam teh mampu menurunkan penyerapan zat besi dari sumber nabati—seperti sayuran, tahu, dan tempe—hingga mencapai 37 persen. Dalam jangka panjang, kebiasaan ini berisiko memicu anemia dan gangguan kesehatan lainnya.

Kelompok yang paling rentan terhadap dampak negatif ini adalah remaja, perempuan usia produktif, serta ibu hamil yang memiliki kebutuhan zat besi tinggi. Selain masalah nutrisi, konsumsi teh langsung setelah makan juga dapat memicu:

– Gangguan pencernaan: Seperti perut kembung atau nyeri pada ulu hati.

– Masalah metabolik: Potensi kenaikan berat badan dan kadar gula darah akibat tambahan gula dalam teh manis.

Rekomendasi Waktu Konsumsi

Baca Juga  Waspada! Tekanan Darah di Usia 30-an Bisa Tentukan Risiko Penyakit Jantung

Untuk mendapatkan manfaat optimal tanpa mengganggu pencernaan, Sofa menyarankan masyarakat untuk memberikan jeda waktu. Idealnya, teh diminum satu jam setelah makan atau 30 menit sebelum makan untuk membantu hidrasi dan kontrol porsi.

Batas konsumsi harian yang dianjurkan adalah dua hingga tiga gelas per hari. Sebagai alternatif pendamping makan yang lebih sehat, masyarakat disarankan beralih ke air putih atau jus buah segar tanpa pemanis tambahan.

Manfaat Teh 

Meski memiliki risiko jika dikonsumsi di waktu yang salah, BRIN menegaskan bahwa teh tetap memiliki nilai kesehatan yang tinggi.

Kandungan katekin dan flavonoid di dalamnya berperan penting dalam menjaga kesehatan jantung, mengatur metabolisme lemak, serta mengurangi stres oksidatif pada pembuluh darah.

Baca Juga  Tips Aman Mandi Malam Tanpa Risiko Masalah Tidur dan Pencernaan

Namun pentingnya kesadaran dalam memilih waktu dan takaran konsumsi demi menjaga keseimbangan kesehatan tubuh. “Sikap ini bukan hanya menjaga kesehatan, tetapi juga menjadi langkah sederhana untuk hidup lebih seimbang dan berkualitas,” tuturnya. (A58)

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini