Info Market CPO
🗓 Update: Kamis, 30 April 2026 |18:09 WIB |Volume: 0.5K • 0.3K • 0.2K •DMI • FOB TDUKU • LOCO PARINDU • LOCO KEMBAYAN • LOCO NGABANG • LOCO LUWU
HARGA CPO (WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K ¡ DMI
15312 15225 (KJA) 15400 (AGM) 15450 - WD
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K ¡ DMI
15312 15225 (KJA) 15205 15450 - WD
N6 N4 (N6)
Vol: 0.5K ¡ FOB TDUKU
15112 (PRISCOLIN) 14995 (MM) 15000 (AGM) 15250 - WD
N6 N4 (N6)
Vol: 0.2K ¡ LOCO PARINDU
14787 14490 (MNA) 14600 (PBI) 15100 - WD
N13 N4 (N13)
Vol: 0.3K ¡ LOCO KEMBAYAN
14762 14490 (MNA) 14500 (PBI) 15000 - WD
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K ¡ LOCO NGABANG
14947 14490 (MNA) 14600 (PBI) 15100 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 0.5K ¡ LOCO LUWU
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • Pasar cenderung melemah pada beberapa lokasi LOCO
  • Persaingan harga cukup ketat antar bidder
  • Masih terdapat beberapa grade tanpa penawaran
👥Sumber: Internal Market CPO
Advertisement
Model
News

Michael Saylor Rem Pembelian Bitcoin di Tengah Badai Kripto

michael saylor menahan pembelian bitcoin sementara strategy inc. memperkuat cadangan kas hingga us$2,19 miliar sebagai langkah defensif menghadapi tekanan pasar dan potensi crypto winter.
Michael Saylor. (Ist)

Sinata.id – Di tengah tekanan pasar kripto yang kian terasa, Michael Saylor memilih menahan langkah. Tokoh yang dikenal agresif memborong Bitcoin itu untuk sementara mengerem pembelian, sementara perusahaannya, Strategy Inc., justru memperkuat bantalan likuiditas.

Dalam sepekan terakhir, Strategy mengalihkan fokus ke penguatan kas, yang kini tercatat mencapai US$2,19 miliar. Langkah ini dibaca pelaku pasar sebagai sinyal kehati-hatian, di tengah kekhawatiran bahwa industri kripto tengah memasuki fase tekanan berkepanjangan atau yang kerap disebut crypto winter.

Advertisement

Berdasarkan dokumen yang disampaikan ke U.S. Securities and Exchange Commission, Strategy berhasil menghimpun dana sekitar US$748 juta dari penjualan saham biasa dalam periode tujuh hari hingga 21 Desember. Dana segar ini menjadi penopang penting setelah perusahaan sebelumnya sangat agresif menambah eksposur ke Bitcoin.

Baca Juga  Dilibas Irak, Asa Timnas ke Piala Dunia 2026 Resmi Padam

Baca Juga: Bitcoin ‘Berkhianat’ di 2025, Harga Terus Turun dan Patahkan Harapan Investor

Dalam dua pekan sebelum jeda pembelian, Strategy tercatat menggelontorkan dana sekitar US$2 miliar untuk menambah kepemilikan Bitcoin. Total aset kripto yang dikuasai perusahaan itu kini bernilai sekitar US$60 miliar, menjadikannya salah satu pemegang Bitcoin korporasi terbesar di dunia.

Tak hanya memperbesar kas, Strategy juga menyiapkan cadangan khusus senilai US$1,4 miliar sejak awal bulan. Dana ini ditujukan untuk memenuhi kewajiban pembayaran dividen dan bunga di masa depan—sebuah langkah pencegahan agar perusahaan tidak dipaksa melepas Bitcoin di saat harga sedang tertekan.

Tekanan pasar memang nyata. Harga Bitcoin telah terkoreksi tajam sejak mencapai puncak pada awal Oktober. Dampaknya ikut terasa ke saham Strategy, yang merosot lebih dari separuh nilainya dalam periode yang sama. Pada perdagangan terakhir, saham perusahaan bergerak terbatas di kisaran US$164 per lembar.

Baca Juga  Lurah Syahrizal: Kutipan Iuran atas Perintah Lisan Camat

Kekhawatiran investor juga tercermin dari rasio mNAV—indikator yang membandingkan nilai perusahaan dengan nilai kepemilikan Bitcoin-nya. Angka tersebut kini berada di sekitar 1,1, jauh lebih tipis dibandingkan premi tinggi yang pernah dinikmati sebelumnya, dan membuka ruang kekhawatiran jika valuasi berbalik negatif.

Baca Juga: Pemerintah Klaim Harga Cabai Mulai Jinak Usai Sempat Meroket

Di sisi lain, beban keuangan perusahaan tak kecil. Strategy diperkirakan menanggung kewajiban pembayaran bunga dan dividen tahunan ratusan juta dolar AS. Sementara itu, lini bisnis perangkat lunaknya belum menghasilkan arus kas bebas yang cukup untuk menutup kewajiban tersebut, dan Bitcoin—sebagai aset utama perusahaan—tentu tidak memberikan dividen.

Kondisi ini membuat strategi Saylor kini dibaca lebih defensif. Jika sebelumnya Strategy dikenal sebagai mesin pembeli Bitcoin tanpa kompromi, kini perusahaan tampak memprioritaskan ketahanan finansial. Di tengah pasar kripto yang bergejolak, pesan yang ditangkap investor jelas: bahkan pendukung paling vokal Bitcoin pun mulai menyiapkan payung sebelum hujan. [a46]

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini