Info Market CPO
🗓 Update: Kamis, 04 Juni 2026 |17:08 WIB |Volume: 0.5K • 0.5K • 0.5K • 0.5K • 0.5K • 0.5K DMI • BLW • FOB TDUKU • FRC TBAYUR • FRC PLMBG • LOCO LUWU
HARGA CPO (ACC/WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
MERANTI7 N4 (MERANTI7)
Vol: 0.5K · DMI
15025 (AGM) 15010 (IBP) 14921 (EUP) 15075 AGM ACC
N4 N4 (N4)
Vol: 0.5K · BLW
15025 (ARM) 15010 (MM) 14951 (EOP) 15075 ARM ACC
N6 N4 (N6)
Vol: 0.5K · FOB TDUKU
14825 (AGM) 14785 (MM) 14736 (PRISCOLIN) 14875 AGM ACC
N6 N4 (N6)
Vol: 0.5K · FRC TBAYUR
14880 (WIRA) 14759 (WNI) 8000 (PRCW) 14945 WIRA ACC
N7 N4 (N7)
Vol: 0.5K · FRC PLMBG
14875 (AGM) 14860 (MM) 14771 (PRISCOLIN) 14925 AGM ACC
N14 N4 (N14)
Vol: 0.5K · LOCO LUWU
- - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • Tender PTPN didominasi transaksi ACC dengan persaingan harga yang cukup ketat antar bidder. AGM memenangkan tender DMI, FOB TDUKU, dan FRC PLMBG, sementara ARM unggul di BLW dan WIRA memenangkan tender FRC TBAYUR. Tender LOCO LUWU belum terdapat bidder.
👥Sumber: Internal Market CPO
Model
Ekonomi & Bisnis

Menkeu Purbaya: Indonesia Tidak Menuju Krisis Seperti 1998 Meski Rupiah Melemah

purbaya
Menteri Purbaya. (Foto: Kemenkeu)

Purbaya menilai kondisi tersebut tidak tercermin pada situasi saat ini. APBN dinilai tetap sehat, pertumbuhan ekonomi masih terjaga, dan aktivitas ekonomi di berbagai daerah terus menunjukkan peningkatan.

Meski demikian, pemerintah tetap berupaya memperkuat koordinasi antara kebijakan fiskal dan moneter bersama Bank Indonesia guna menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.

Advertisement

Menurutnya, sinkronisasi kebijakan diperlukan untuk meningkatkan daya tarik instrumen keuangan domestik, menjaga likuiditas pasar, serta mendorong kembali masuknya aliran modal asing ke Indonesia.

“Kita akan pastikan terjadi dalam beberapa waktu ke depan,” kata Purbaya.

Ia juga menegaskan bahwa pemerintah tetap optimistis terhadap prospek ekonomi nasional.

“Yang saya bisa katakan sekarang adalah fiskal bagus, ekonominya bagus, kepemimpinan Bapak Presiden masih cukup kuat untuk memastikan semua berjalan sesuai dengan strategi pembangunan,” ujarnya.

Pernyataan tersebut sekaligus menjadi upaya pemerintah meredam kekhawatiran pasar setelah rupiah menembus level psikologis Rp18.000 per dolar AS, level yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah perdagangan valuta asing Indonesia. (A08)

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini