Purbaya menilai kondisi tersebut tidak tercermin pada situasi saat ini. APBN dinilai tetap sehat, pertumbuhan ekonomi masih terjaga, dan aktivitas ekonomi di berbagai daerah terus menunjukkan peningkatan.
Meski demikian, pemerintah tetap berupaya memperkuat koordinasi antara kebijakan fiskal dan moneter bersama Bank Indonesia guna menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.
Menurutnya, sinkronisasi kebijakan diperlukan untuk meningkatkan daya tarik instrumen keuangan domestik, menjaga likuiditas pasar, serta mendorong kembali masuknya aliran modal asing ke Indonesia.
“Kita akan pastikan terjadi dalam beberapa waktu ke depan,” kata Purbaya.
Ia juga menegaskan bahwa pemerintah tetap optimistis terhadap prospek ekonomi nasional.
“Yang saya bisa katakan sekarang adalah fiskal bagus, ekonominya bagus, kepemimpinan Bapak Presiden masih cukup kuat untuk memastikan semua berjalan sesuai dengan strategi pembangunan,” ujarnya.
Pernyataan tersebut sekaligus menjadi upaya pemerintah meredam kekhawatiran pasar setelah rupiah menembus level psikologis Rp18.000 per dolar AS, level yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah perdagangan valuta asing Indonesia. (A08)










Jadilah yang pertama berkomentar di sini