Lampung, Sinata.id – Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi memastikan arus balik Lebaran 2026 di jalur penyeberangan Sumatera-Jawa berjalan lancar dan terkendali. Hal itu disampaikan usai meninjau langsung aktivitas di Pelabuhan Bakauheni pada 27-28 Maret 2026.
Menurut Dudy, hingga Sabtu (28/3), pergerakan pemudik yang kembali ke perantauan berlangsung baik berkat kepatuhan masyarakat terhadap arahan petugas di lapangan. Ia juga mengapresiasi kerja sama semua pihak dalam menjaga kelancaran arus balik.
Data Posko Angkutan Lebaran PT ASDP Indonesia Ferry mencatat, jumlah penumpang yang telah kembali ke Pulau Jawa sejak 22 hingga 27 Maret mencapai 543.440 orang. Angka ini setara sekitar 60 persen dari total pemudik yang berangkat saat arus mudik.
Sementara itu, kendaraan yang telah menyeberang kembali tercatat sebanyak 144.039 unit, atau sekitar 60 persen dari total kendaraan saat periode mudik. Dengan demikian, masih terdapat sekitar 40 persen pemudik yang diperkirakan akan kembali dalam beberapa hari ke depan.
Dudy menegaskan, pemerintah bersama PT ASDP Indonesia Ferry, Kepolisian, dan pemangku kepentingan lainnya telah menyiapkan berbagai langkah antisipasi untuk memastikan sisa arus balik dapat terlayani dengan optimal. Ia juga menekankan bahwa aspek keselamatan tetap menjadi prioritas utama dalam penyelenggaraan angkutan Lebaran.
Selain Bakauheni, Kementerian Perhubungan juga menaruh perhatian pada jalur penyeberangan Pelabuhan Ketapang menuju Gilimanuk. Untuk mengurai kepadatan, disiapkan sejumlah strategi seperti penambahan kapal, pengaturan buffer zone, serta percepatan proses bongkar muat.
Dalam kesempatan yang sama, Kapolri Listyo Sigit Prabowo menyampaikan bahwa puncak arus balik di Bakauheni telah terlewati dengan baik. Ia berharap kondisi tersebut dapat terus dijaga agar seluruh masyarakat dapat kembali ke tempat tinggal masing-masing dengan aman.
Peninjauan ini juga dihadiri Direktur Jenderal Perhubungan Laut, Muhammad Masyhud, sebagai bagian dari upaya memastikan kelancaran dan keamanan arus balik di berbagai titik strategis. (A18)
Sumber: Situs Kemenhub









Jadilah yang pertama berkomentar di sini