Info Market CPO
πŸ—“ Update: Rabu, 13 Mei 2026 |18:41 WIB |Volume: 0.5K β€’ 0.5K β€’ 0.2K β€’ 2.6K β€’DMI β€’ DMI β€’ LOCO PARINDU β€’ FOB PALOPO
HARGA CPO (ACC/WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K Β· DMI
14975 14918 (AGM) 14907 (PAA) 15100 EUP ACC
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K Β· DMI
14975 14918 (AGM) 14907 (PAA) 15100 EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K Β· LOCO PARINDU
14535 14399 (MNA) 14400 (PBI) 14750 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 2.6K Β· FOB PALOPO
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • EUP mendominasi transaksi DMI Persaingan harga masih cukup kompetitif antar bidder Tender LOCO PARINDU berakhir WD Tender FOB PALOPO belum terdapat bidder
πŸ‘₯Sumber: Internal Market CPO
Model
Dunia

Malaysia Salah Sebut Nama Presiden Prabowo jadi Jokowi di Siaran Langsung KTT ASEAN

rtm malaysia minta maaf usai komentatornya salah sebut nama presiden ri prabowo subianto sebagai joko widodo.
KTT ASEAN ke-47 kali ini menjadi panggung pertama bagi Presiden Prabowo Subianto sejak resmi menjabat. (Ist)

Sinata.id – Sebuah momen keliru yang tak luput dari perhatian publik internasional terjadi saat siaran langsung KTT Ke-47 ASEAN di Kuala Lumpur. Radio Televisyen Malaysia (RTM), lembaga penyiaran publik milik pemerintah Malaysia, harus menelan pil pahit usai komentatornya salah menyebut nama Presiden Republik Indonesia di hadapan pemirsa seluruh dunia.

Insiden itu berlangsung saat kedatangan para kepala negara ASEAN dan tamu kehormatan dunia di Pusat Konvensi Kuala Lumpur (KLCC), Minggu (26/10/2025).

Advertisement

Dalam tayangan yang disiarkan langsung, komentator RTM terdengar menyebut Presiden Prabowo Subianto dengan nama Presiden sebelumnya, Joko Widodo.

Kekeliruan yang sekilas tampak sederhana ini sontak menjadi perhatian besar, terutama bagi para jurnalis yang tengah meliput dari media center KTT ASEAN.

Baca Juga  Budi Arie Unfollow Akun Instagram Presiden Prabowo Usai Reshuffle Kabinet

Baca Juga:Β Gara-Gara Rokok, Bayu Tewas Dipalu Adik Ipar di Pasar Minggu

Permintaan Maaf Resmi dari RTM

Tak butuh waktu lama, pihak RTM langsung merespons melalui pernyataan resmi.

β€œDepartemen Penyiaran Malaysia menyampaikan permohonan maaf yang tulus atas kesalahan yang terjadi selama siaran langsung RTM dalam rangka KTT Ke-47 ASEAN,” tulis lembaga itu dalam keterangan resminya di Kuala Lumpur, Minggu (26/10/2025).

Menurut hasil penyelidikan internal, kesalahan terjadi karena komentator keliru dalam penyebutan nama Presiden Republik Indonesia.

Padahal, sejak dilantik, posisi kepala negara telah resmi dijabat oleh Prabowo Subianto.

β€œRTM memandang hal ini dengan sangat serius dan telah mengambil tindakan yang sesuai,” lanjut pernyataan tersebut.

Baca Juga  Prabowo Berhenti dari Ketua Umum IPSI

Lembaga penyiaran tertua di Malaysia itu juga menegaskan telah menyampaikan permintaan maaf secara langsung kepada Presiden Prabowo Subianto, Pemerintah Republik Indonesia, dan seluruh pihak yang merasa terdampak.

Baca Juga:Β Terancam Hukuman Mati, Pembunuh Pegawai BPOM di Singapura Merengek Minta Diadili di Indonesia

RTM menekankan bahwa insiden ini menjadi pelajaran penting bagi mereka. Untuk mencegah kesalahan serupa, pihak manajemen berkomitmen memperkuat proses pengawasan editorial dan verifikasi fakta di setiap siaran, terutama yang bersifat internasional.

β€œKe depan, RTM akan memastikan seluruh informasi yang disiarkan akurat dan disampaikan dengan integritas,” tulis pernyataan lanjutan mereka.

Langkah ini disebut sebagai bagian dari upaya menjaga reputasi RTM sebagai media publik yang dipercaya masyarakat Malaysia sekaligus menjadi wajah resmi negara di forum-forum global.

Baca Juga  Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar MV Hondius, 3 Orang Tewas

Momen salah sebut itu pun ramai diperbincangkan di media sosial. Banyak netizen, terutama dari Indonesia dan Malaysia, menyoroti bagaimana satu kesalahan kecil dapat menjadi besar di tengah sorotan dunia internasional.

Meski demikian, tak sedikit pula yang mengapresiasi kecepatan RTM dalam meminta maaf secara terbuka.

β€œKesalahan manusia bisa terjadi, tapi tanggapan cepat dan tanggung jawab seperti ini patut dihargai,” tulis salah satu pengguna X (Twitter) asal Kuala Lumpur.

KTT ASEAN ke-47 kali ini menjadi panggung pertama bagi Presiden Prabowo Subianto sejak resmi menjabat.

Momentum tersebut membawa harapan baru bagi hubungan bilateral antara Indonesia dan negara-negara Asia Tenggara. [zainal/a46]

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini