Namun mental juara The Babies teruji. Perlahan mereka bangkit, menyamakan kedudukan menjadi 14-14, lalu berlanjut ke kejar-mengejar angka yang menegangkan hingga 18-18.
Stadion Nimibutr bergemuruh saat pertandingan memasuki deuce di angka 20-20, bahkan berlanjut hingga 22-22.
Di momen paling kritis itulah Leo/Daniel tampil sebagai juara sejati — dua poin beruntun lewat pertahanan rapat dan serangan balik mematikan mengunci gim kedua 25-23, sekaligus mengunci gelar juara.
Pecah Telur dan Putus Kutukan
Kemenangan ini bukan sekadar gelar. Sebelumnya, Leo/Daniel selalu kalah dalam empat pertemuan resmi melawan Rankireddy/Shetty. Hari ini, kutukan itu resmi berakhir.
Daniel Marthin mengungkapkan rasa syukurnya usai pertandingan.
“Puji Tuhan kami bersyukur bisa juara di sini. Dibandingkan sebelumnya lawan mereka, kami lebih berani hari ini, lebih banyak menekan. Kami berhasil karena komunikasi cukup baik dan memang sama-sama mau juara.”
Leo Rolly Carnando menambahkan bahwa kunci kemenangan ada pada keberanian mengambil risiko.
“Saat adu setting itu kami lebih berani ambil risiko dan jaga komunikasi sama Daniel. Tidak ada rally-rally panjang jadi kami harus bisa maksimal di pukulan-pukulan awal.” (A08)










Jadilah yang pertama berkomentar di sini