Info Market CPO
🗓 Update: Rabu, 20 Mei 2026 |18:50 WIB |Volume: 0.5K • 2.6K • 0.5K • 0.5K • 0.2K DMI • FOB PALOPO • DMI • DMI • LOCO PARINDU
HARGA CPO (ACC/WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
- 14500 (IMT) 12100 (IBP) 15500 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 2.6K · FOB PALOPO
- - - - - NO BIDDER
N4 N4 (N4)
Vol: 0.5K · DMI
- 14500 (IMT) 12100 (IBP) 15500 - WD
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
- 14500 (IMT) 12100 (IBP) 15500 - WD
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
- 11010 (MNA) - 15150 WD
Catatan Pasar
  • Tender PTPN didominasi status WD. Tender DMI mencatat CTR di level 15.500 dengan bidder IMT, IBP, dan PAA. Tender FOB PALOPO belum terdapat bidder. Tender LOCO PARINDU mencatat penawaran MNA di level 11.010 dengan CTR 15.150.
👥Sumber: Internal Market CPO
Model
Nasional

KWI Soroti Luka Sosial hingga Demokrasi dalam Seruan Kebangkitan Nasional 2026

kwi
Para Uskup Presidium KWI di Ruang Media Center Kantor KWI (21/02/2026). (Foto: Komsos KWI)

Pemerintah didorong menjalankan tata kelola yang jujur, transparan, dan berpihak kepada rakyat kecil.

Di bidang demokrasi, KWI menilai ruang dialog publik semakin menyempit dan perbedaan pendapat mudah berubah menjadi permusuhan.

Advertisement

KWI mengingatkan pentingnya menjaga demokrasi yang sehat, menghormati kebebasan berekspresi, dan menolak kecenderungan otoritarianisme maupun sentralisasi kekuasaan.

Tak hanya itu, KWI turut menyoroti kerusakan lingkungan akibat deforestasi, eksploitasi sumber daya alam, hingga proyek pembangunan yang dinilai minim konsultasi publik.

Dalam seruan itu disebutkan proyek panas bumi di Flores dan proyek food estate di Papua sebagai contoh yang perlu dievaluasi agar tidak mengorbankan masyarakat adat dan kelestarian lingkungan.

Mengutip pesan Pope Francis dalam ensiklik Laudato Si’, KWI menegaskan bahwa bumi adalah rumah bersama yang harus dirawat dengan cinta dan tanggung jawab.

Melalui momentum Kebangkitan Nasional, KWI mengajak seluruh elemen bangsa untuk memperkuat solidaritas, merevitalisasi demokrasi Pancasila, mendorong dialog dan rekonsiliasi, serta memperkuat nilai-nilai spiritual dan kemanusiaan demi menjaga Indonesia tetap adil, damai, dan bermartabat.

Seruan pastoral tersebut ditandatangani Ketua KWI, Antonius Subianto Bunjamin, dan Sekretaris Jenderal KWI, Adrianus Sunarko, di Jakarta, 20 Mei 2026. (A08)

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini