Info Market CPO
🗓 Update: Selasa, 5 Mei 2026 |14:54 WIB |Volume: 0.5K • 0.3K • 0.2K DMI • LOCO NGABANG • LOCO PARINDU • LOCO KEMBAYAN • LOCO LUWU
HARGA CPO (ACC/WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
15625 15418 15400 - EUP ACC
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
15625 15418 15400 - EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K · LOCO NGABANG
15260 14693 14800 15275 - WD
N6 N4 (N6)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
15100 14693 14800 15275 - WD
N13 N4 (N13)
Vol: 0.3K · LOCO KEMBAYAN
15075 14693 14700 15175 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 0.5K · LOCO LUWU
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • EUP mendominasi pada transaksi DMI
  • Segmen LOCO masih dalam tekanan harga
  • Belum ada transaksi pada beberapa titik lokasi
👥Sumber: Internal Market CPO
Advertisement
Model
Pematangsiantar

Korsleting Picu Kebakaran, PLN Siantar Imbau Warga Gunakan Listrik Sesuai Daya

korsleting picu kebakaran, pln siantar imbau warga gunakan listrik sesuai daya
Kantor PLN ULP Pematangsiantar. (sinata)

Pematangsiantar, Sinata.id – Maraknya kebakaran rumah dan bangunan dalam beberapa waktu terakhir menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat.

Sejumlah kejadian diduga dipicu oleh korsleting listrik akibat penggunaan instalasi yang tidak sesuai standar.

Advertisement

Kondisi ini mendapat perhatian dari PLN melalui Unit Layanan Pelanggan (ULP) Siantar. Kepala PLN ULP Pematangsiantar, Jano Marbun, mengungkapkan bahwa sebagian besar kasus kebakaran berawal dari kesalahan penggunaan listrik di rumah tangga.

“Masih banyak masyarakat yang belum memahami penggunaan listrik yang aman, terutama terkait pemasangan MCB (Miniature Circuit Breaker) atau sekring yang tidak sesuai dengan kapasitas daya,” ujarnya, Selasa (7/4/2026).

Menurutnya, kebiasaan menggunakan listrik secara berlebihan tanpa memperhitungkan kapasitas daya menjadi faktor utama terjadinya korsleting. Penggunaan banyak peralatan elektronik dalam satu jalur listrik, sambungan kabel yang tidak standar, hingga penggunaan stop kontak bertumpuk dapat memicu panas berlebih pada instalasi.

Baca Juga  Ini 5 Calon Dirum Perumda Tirta Uli Siantar yang Lulus Uji Kelayakan dan Kepatutan

“Masih sering ditemukan penggunaan listrik yang melebihi kapasitas daya terpasang. Jika dibiarkan, kabel dapat mengalami panas berlebih dan berpotensi menimbulkan percikan api yang berujung kebakaran,” jelasnya.

Ia juga menambahkan, sebagian masyarakat masih melakukan pemasangan instalasi listrik secara mandiri tanpa memperhatikan standar keamanan. Padahal, penggunaan kabel berkualitas rendah, sambungan yang tidak rapi, serta MCB yang tidak sesuai spesifikasi dapat meningkatkan risiko korsleting.

PLN ULP Pematangsiantar mengimbau masyarakat untuk lebih waspada dan tidak sembarangan dalam menggunakan listrik. Jika ingin menambah daya atau memperbaiki instalasi, masyarakat disarankan menggunakan teknisi resmi atau tenaga ahli agar instalasi tetap aman dan sesuai standar.

Selain itu, masyarakat juga diminta segera mematikan aliran listrik apabila menemukan tanda-tanda berbahaya, seperti MCB sering turun, kabel terasa panas, muncul percikan api kecil, atau tercium bau hangus dari instalasi listrik.

Baca Juga  BPN Siantar Senang PTPN IV Gugat 96 Petani di Gurilla dan Bah Sorma

Dengan meningkatnya kasus kebakaran akibat korsleting, PLN berharap masyarakat lebih peduli terhadap keselamatan penggunaan listrik. Pemakaian listrik yang bijak, instalasi sesuai standar, serta pemeriksaan rutin diharapkan dapat mencegah kebakaran dan melindungi keselamatan jiwa maupun harta benda. (SN10)

 

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini