Medan, Sinata.id – Komisi XI DPR RI menggelar Kunjungan Kerja Spesifik (Kunspek) ke Sumatera Utara untuk memantau dinamika inflasi di wilayah tersebut, terutama menjelang Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri. Wakil Ketua Komisi XI, M. Hanif Dhakiri, menyebut bahwa upaya pengendalian inflasi sudah dilakukan, meski angka inflasi di Sumatera Utara masih tergolong tinggi.
“Kami telah berdiskusi dengan jajaran Bank Indonesia pusat dan daerah, serta Pemprov Sumatera Utara yang langsung dipimpin Gubernur Bobby Nasution,” ujar Hanif usai pertemuan di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sumatera Utara, Medan, belum lama ini.
Hanif menekankan bahwa tingginya inflasi di provinsi ini bukan disebabkan oleh kebijakan pemerintah atau faktor struktural, melainkan lebih dipengaruhi faktor non-struktural seperti bencana alam.
“Kami melihat, inflasi tinggi di Sumut lebih karena faktor non-struktural, misalnya dampak bencana alam,” jelasnya. Ia menambahkan bahwa banjir baru-baru ini dan lonjakan permintaan menjelang Ramadan turut memengaruhi harga-harga di pasaran.
Untuk menekan inflasi, Komisi XI mendorong sinergi seluruh pihak yang tergabung dalam Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), terutama dalam mengendalikan harga komoditas strategis.
“Kita ingin seluruh entitas di TPID bekerja lebih optimal, khususnya untuk komoditas yang berpotensi meningkatkan inflasi,” tegas Hanif.
Selain itu, dalam pertemuan tersebut, Gubernur Sumatera Utara juga menyampaikan aspirasi terkait permasalahan logistik. Hanif menuturkan, integrasi jalur logistik antarwilayah di Sumatera masih perlu ditingkatkan agar distribusi barang lebih efisien.
“Keterbatasan integrasi jalur logistik selama ini menjadi salah satu hambatan dan berkontribusi pada kenaikan inflasi di daerah,” pungkas Hanif. (A18)
Sumber: Parlementaria










Jadilah yang pertama berkomentar di sini