Info Market CPO
🗓 Update: Kamis, 7 Mei 2026 |18:20 WIB |Volume: 0.5K • 0.2K • 1K DMI • LOCO PARINDU • LOCO LUWU
HARGA CPO (WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
15222 15200 (IMT) 15220 (AGM) 15350 - WD
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
15222 15200 (IMT) 15220 (AGM) 15350 - WD
N6 N4 (N6)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
14782 14455 (MNA) 14600 (PBI) 15000 - WD
N6 N4 (N6)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
15100 14693 14800 15275 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 1K · LOCO LUWU
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • Harga relatif stabil pada transaksi DMI
  • Selisih harga antar bidder sangat tipis
  • Masih terdapat lokasi tanpa penawaran
👥Sumber: Internal Market CPO
Advertisement
Model
Pematangsiantar

Kios Darurat Eks Gedung IV Pasar Horas Disorot, Drainase Tersumbat dan Bau Menyengat

kios darurat eks gedung iv pasar horas disorot, drainase tersumbat dan bau menyengat
Kondisi drainase di kios darurat Gedung IV Pasar Horas yang terkesan dikerjakan asal jadi. (sinata)

Pematangsiantar, Sinata.id — Pembangunan kios darurat di kawasan eks Gedung IV Pasar Horas, Kota Pematangsiantar, menuai sorotan tajam dari para pedagang.

Proyek yang dikabarkan menelan anggaran hingga miliaran rupiah tersebut dinilai dikerjakan tidak maksimal dan jauh dari harapan.

Advertisement

Berdasarkan pantauan di lapangan, sejumlah fasilitas vital belum berfungsi secara optimal. Saluran pembuangan limbah sisa cucian ikan dan daging terlihat tersumbat dan tidak mengalir sebagaimana mestinya. Kondisi ini menyebabkan genangan air, area kios menjadi becek, serta menimbulkan bau menyengat yang mengganggu aktivitas jual beli.

Sejumlah pedagang mengaku kecewa dengan kualitas pembangunan kios darurat tersebut. Mereka menilai pengerjaan proyek terkesan dipaksakan selesai tanpa memperhatikan aspek kebersihan, kenyamanan, serta kesehatan lingkungan, meskipun menggunakan anggaran publik bernilai besar.

Baca juga:Pedagang Gedung IV Pasar Horas Minta Pemko Siantar Tidak “Jual” Trotoar Jadi Lapak Jualan

Baca Juga  SMP Negeri di Siantar Kekurangan Siswa Karena Tenaga Pendidik Tidak Disiplin

“Kalau memang anggarannya miliaran rupiah, seharusnya hasilnya layak. Faktanya, air tergenang dan bau tidak sedap. Kami jadi tidak nyaman berjualan,” ujar Ani, salah seorang pedagang.

Pedagang lainnya juga mempertanyakan transparansi serta mutu penggunaan anggaran proyek tersebut.

“Kami heran, anggarannya miliaran tetapi kondisinya seperti ini. Seolah hanya dikerjakan agar terlihat selesai. Akibatnya kami yang dirugikan, pembeli pun enggan datang karena bau dan kondisi kios yang becek,” kata Sangkot.

Sebelumnya, Sekretaris Daerah (Sekda) Pematangsiantar, Junaedi Antonius Sitanggang, menyatakan bahwa Pemerintah Kota (Pemko) telah melengkapi fasilitas kios darurat, mulai dari drainase, air bersih, listrik, toilet, hingga CCTV, serta menargetkan percepatan relokasi pedagang. Namun, kondisi di lapangan dinilai belum sepenuhnya sejalan dengan pernyataan tersebut.

Sementara itu, Direktur Utama Perusahaan Daerah Pasar Horas Jaya (PDPHJ) Kota Pematangsiantar, Bolmen Silalahi, saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp pada Sabtu (10/1/2026), menyampaikan bahwa pekerjaan kios darurat tersebut memang belum sepenuhnya rampung.

Baca juga:Tiga Dewan Pengawas PD Pasar Horas Jaya Periode 2025–2028 Dilantik

Baca Juga  Korem 022 Pantai Timur Gelar Upacara HUT TNI ke-80

“Informasi dari penyedia atau kontraktor, pekerjaan memang belum selesai. Saat ini masih dalam tahap penyelesaian, khususnya pada saluran drainase,” ujar Bolmen.

Ia menambahkan bahwa pihaknya telah turun langsung ke lokasi dan mendapati proses pengerjaan drainase masih berlangsung.

“Kemarin saya ke lapangan, drainase memang sedang dikerjakan,” pungkasnya. (SN10)

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini