Info Market CPO
🗓 Update: Selasa, 5 Mei 2026 |14:54 WIB |Volume: 0.5K • 0.3K • 0.2K DMI • LOCO NGABANG • LOCO PARINDU • LOCO KEMBAYAN • LOCO LUWU
HARGA CPO (ACC/WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
15625 15418 15400 - EUP ACC
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
15625 15418 15400 - EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K · LOCO NGABANG
15260 14693 14800 15275 - WD
N6 N4 (N6)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
15100 14693 14800 15275 - WD
N13 N4 (N13)
Vol: 0.3K · LOCO KEMBAYAN
15075 14693 14700 15175 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 0.5K · LOCO LUWU
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • EUP mendominasi pada transaksi DMI
  • Segmen LOCO masih dalam tekanan harga
  • Belum ada transaksi pada beberapa titik lokasi
👥Sumber: Internal Market CPO
Advertisement
Model
Dunia

Ketegangan Diplomatik Memanas, Iran Bantah Klaim Trump soal Negosiasi

abbas araghchi
Abbas Araghchi. (Ist)

Teheran, Sinata.id — Pemerintah Iran angkat suara menanggapi pernyataan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang mengklaim Teheran tengah berupaya membuka kembali jalur negosiasi dengan Washington. Klaim tersebut dibantah keras dan dinilai tidak mencerminkan sikap resmi Iran.

Bantahan itu disampaikan langsung oleh Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, yang menegaskan bahwa tidak pernah ada permintaan dari Iran untuk memulai pembicaraan langsung dengan Amerika Serikat. Menurutnya, pernyataan Trump justru berpotensi menyesatkan opini publik internasional.

Advertisement

“Iran tidak pernah mengajukan permintaan negosiasi. Pernyataan semacam itu tidak sesuai dengan fakta yang ada,” ujar Araghchi dalam keterangan resmi, menanggapi klaim yang dilontarkan Trump, dikutip Rabu (28/1/2025).

Baca Juga  Heboh! Pemerintah India Tiba-Tiba Blokir Meme soal Modi, Publik Murka di Tengah Krisis Energi!

Pernyataan saling berseberangan ini muncul di tengah hubungan yang kembali memanas antara Washington dan Teheran. Dalam beberapa kesempatan terakhir, Trump menyebut Iran menunjukkan sinyal ingin berdialog, bahkan menggambarkannya sebagai pihak yang membutuhkan kesepakatan. Narasi tersebut langsung ditepis oleh otoritas Iran.

Araghchi menegaskan, Iran tidak akan duduk di meja perundingan selama tekanan politik, ancaman militer, dan sanksi ekonomi masih dijadikan alat utama oleh Amerika Serikat. Ia menekankan bahwa prinsip dialog harus dilandasi rasa saling menghormati, bukan tekanan sepihak.

Ketegangan Diplomatik yang Terbuka
Bantahan terbuka dari Teheran ini memperlihatkan betapa renggangnya hubungan kedua negara. Meski komunikasi tidak langsung melalui mediator masih disebut ada, Iran menegaskan belum ada perubahan kebijakan yang mengarah pada normalisasi hubungan dengan Washington.

Baca Juga  Pasca Serangan Israel ke Iran, Benarkah Dunia di Ambang Perang Global?

Sejumlah pengamat menilai pernyataan Trump lebih bersifat pesan politik domestik, sementara respons Iran menunjukkan sikap defensif sekaligus peringatan bahwa Teheran tidak ingin diposisikan sebagai pihak yang lemah di hadapan tekanan internasional.

Dampak Regional dan Global
Situasi ini kembali menempatkan hubungan AS–Iran sebagai salah satu titik panas geopolitik global. Ketidakselarasan pernyataan kedua pihak dikhawatirkan memperpanjang kebuntuan diplomasi, khususnya terkait isu nuklir dan stabilitas kawasan Timur Tengah.

Iran sendiri menegaskan tetap membuka ruang dialog dengan negara lain, selama dilakukan atas dasar kesetaraan dan tanpa ancaman. Namun terhadap Amerika Serikat, Teheran menilai perubahan sikap nyata masih menjadi syarat utama sebelum pembicaraan apa pun bisa dimulai. [a46]

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini