Info Market CPO
🗓 Update: Kamis, 30 April 2026 |18:09 WIB |Volume: 0.5K • 0.3K • 0.2K DMI • FOB TDUKU • LOCO PARINDU • LOCO KEMBAYAN • LOCO NGABANG • LOCO LUWU
HARGA CPO (WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
15312 15225 (KJA) 15400 (AGM) 15450 - WD
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
15312 15225 (KJA) 15205 15450 - WD
N6 N4 (N6)
Vol: 0.5K · FOB TDUKU
15112 (PRISCOLIN) 14995 (MM) 15000 (AGM) 15250 - WD
N6 N4 (N6)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
14787 14490 (MNA) 14600 (PBI) 15100 - WD
N13 N4 (N13)
Vol: 0.3K · LOCO KEMBAYAN
14762 14490 (MNA) 14500 (PBI) 15000 - WD
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K · LOCO NGABANG
14947 14490 (MNA) 14600 (PBI) 15100 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 0.5K · LOCO LUWU
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • Pasar cenderung melemah pada beberapa lokasi LOCO
  • Persaingan harga cukup ketat antar bidder
  • Masih terdapat beberapa grade tanpa penawaran
👥Sumber: Internal Market CPO
Advertisement
Model
Nasional

Kepala Bappenas Rachmat Pambudy: MBG Lebih Mendesak Ketimbang Lapangan Kerja

kepala bappenas rachmat pambudy: mbg lebih mendesak ketimbang lapangan kerja
Kepala Bappenas Rachmat Pambudy

Jakarta, Sinata.id – Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy menyatakan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi agenda yang lebih mendesak dibandingkan penciptaan lapangan kerja.

Pernyataan ini disampaikan Rachmat dalam Prasasti Economic Forum 2026 yang berlangsung pada Kamis (29/1/2026).

Advertisement

Menurut Rachmat, pemerintah menempatkan MBG sebagai prioritas karena masih banyak masyarakat, khususnya anak-anak di daerah terpencil, yang menghadapi persoalan kelaparan dan kekurangan gizi.

Kondisi tersebut dinilai membutuhkan penanganan segera agar tidak berdampak lebih luas terhadap kualitas sumber daya manusia.

Dalam forum tersebut, Rachmat menjelaskan bahwa dirinya pernah diminta membandingkan urgensi antara program MBG dan pembukaan lapangan kerja.

Ia menegaskan keduanya merupakan program penting, namun MBG dinilai lebih mendesak untuk dilaksanakan saat ini.

Baca Juga  Mulai Januari 2026, Indonesia Terapkan Kerja Sosial, Alternatif Ganti Penjara

“Saya mengatakan MBG lebih mendesak, daripada lapangan kerja. Tetapi dikatakan katanya, MBG lebih penting daripada lapangan kerja. MBG penting, lapangan kerja penting. Tetapi MBG lebih mendesak,” katanya.

Rachmat menuturkan, tantangan pembangunan saat ini semakin kompleks seiring masih lebarnya ketimpangan sosial.

Di sejumlah wilayah, masyarakat masih mengalami kekurangan pangan, sementara kasus stunting pada anak masih ditemukan.

Kondisi tersebut, kata dia, menunjukkan perlunya pembangunan yang tidak hanya berfokus pada infrastruktur fisik.

Ia menekankan bahwa pembangunan nasional juga harus mencakup infrastruktur sosial, termasuk pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat.

Program MBG, menurutnya, menjadi bagian dari upaya menyelesaikan persoalan dasar pembangunan manusia agar program pembangunan lainnya dapat berjalan beriringan.

Baca Juga  Mendagri akan Pelajari Permintaan Aceh ke PBB Bantu Bencana Banjir

Selain itu, Rachmat menyoroti masih adanya anak-anak usia sekolah di daerah pelosok yang belum menguasai kemampuan dasar membaca dan menulis.

Situasi tersebut memperkuat alasan pemerintah memprioritaskan program yang menyentuh langsung kebutuhan dasar masyarakat.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan bahwa Program Makan Bergizi Gratis telah menjangkau sekitar 58 juta penerima manfaat selama lebih dari satu tahun pelaksanaan. Pemerintah menargetkan jumlah penerima manfaat MBG meningkat menjadi 82 juta orang hingga akhir 2026. (A58)

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini