Simalungun, Sinata.id – Kejaksaan Negeri Simalungun menggelar rapat koordinasi bersama para pangulu se-Kecamatan Ujung Padang untuk membahas maraknya pencurian tandan buah segar (TBS) di Kebun Tinjowan milik PTPN IV Regional II, sekaligus mencari solusi penanganannya, Rabu (1/4/2026).
Rapat yang berlangsung di aula kantor kejaksaan itu difokuskan pada evaluasi penanganan kasus serta perumusan langkah konkret guna menekan angka pencurian yang dinilai terus meningkat.
Kepala Seksi Intelijen Kejari Simalungun, Yudhi Saputra mengatakan, pertemuan tersebut merupakan bagian dari fungsi intelijen kejaksaan dalam merespons persoalan di lapangan. Ia berharap hasil koordinasi dapat menghasilkan langkah efektif untuk mengurangi tindak pencurian di kawasan perkebunan secara berkelanjutan.
Sementara itu, Kepala Seksi Perdata dan Tata Usaha Negara, Alvonso, memaparkan data pencurian TBS selama Maret 2026 yang menunjukkan tren peningkatan. Tercatat sebanyak 40 kasus terjadi di sejumlah afdeling Kebun Tinjowan, dengan jumlah TBS yang diamankan bervariasi mulai dari puluhan kilogram hingga lebih dari 500 kilogram per kejadian.
Ia juga mengungkap adanya indikasi keterlibatan jaringan, ditandai dengan kemunculan nama pelaku dan asal wilayah yang berulang dalam sejumlah kasus.
Dalam sesi diskusi, para pangulu menyampaikan berbagai persoalan yang berkembang di masyarakat, mulai dari harapan agar perusahaan memberikan prioritas lapangan kerja bagi warga lokal, lemahnya koordinasi antara pihak perkebunan dan pemerintah desa, hingga dugaan praktik internal yang memungkinkan pencurian dalam skala besar.
Selain itu, isu sosial turut disorot, seperti dampak lingkungan, belum meratanya program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), hingga meningkatnya gangguan keamanan, termasuk penyalahgunaan narkotika dan aksi pelaku yang diduga membawa senjata tajam.
Menanggapi hal tersebut, pihak kejaksaan menegaskan bahwa dampak pencurian tidak hanya merugikan perusahaan, tetapi juga berdampak langsung terhadap desa sebagai mitra strategis di wilayah sekitar perkebunan. (SN14)









Jadilah yang pertama berkomentar di sini