Info Market CPO
🗓 Update: Kamis, 04 Juni 2026 |17:08 WIB |Volume: 0.5K • 0.5K • 0.5K • 0.5K • 0.5K • 0.5K DMI • BLW • FOB TDUKU • FRC TBAYUR • FRC PLMBG • LOCO LUWU
HARGA CPO (ACC/WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
MERANTI7 N4 (MERANTI7)
Vol: 0.5K · DMI
15025 (AGM) 15010 (IBP) 14921 (EUP) 15075 AGM ACC
N4 N4 (N4)
Vol: 0.5K · BLW
15025 (ARM) 15010 (MM) 14951 (EOP) 15075 ARM ACC
N6 N4 (N6)
Vol: 0.5K · FOB TDUKU
14825 (AGM) 14785 (MM) 14736 (PRISCOLIN) 14875 AGM ACC
N6 N4 (N6)
Vol: 0.5K · FRC TBAYUR
14880 (WIRA) 14759 (WNI) 8000 (PRCW) 14945 WIRA ACC
N7 N4 (N7)
Vol: 0.5K · FRC PLMBG
14875 (AGM) 14860 (MM) 14771 (PRISCOLIN) 14925 AGM ACC
N14 N4 (N14)
Vol: 0.5K · LOCO LUWU
- - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • Tender PTPN didominasi transaksi ACC dengan persaingan harga yang cukup ketat antar bidder. AGM memenangkan tender DMI, FOB TDUKU, dan FRC PLMBG, sementara ARM unggul di BLW dan WIRA memenangkan tender FRC TBAYUR. Tender LOCO LUWU belum terdapat bidder.
👥Sumber: Internal Market CPO
Model
News

Kasus Pelajar Bunuh Diri di NTT dan Demak Jadi Peringatan Keras, Negara Harus Lindungi Anak

kasus pelajar bunuh diri di ntt dan demak jadi peringatan keras, negara harus lindungi anak
Ilustrasi

Semarang, Sinata.id – Tragedi bunuh diri yang menimpa pelajar di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Demak, Jawa Tengah, menimbulkan keprihatinan luas. Peristiwa ini menjadi peringatan keras bagi pemerintah untuk meningkatkan perlindungan terhadap anak dan remaja.

Anggota Komisi XIII DPR, Hamid Noor Yasin, menegaskan bahwa setiap kehilangan nyawa anak sekolah harus menjadi perhatian serius negara. Pernyataan ini disampaikannya saat melakukan kunjungan kerja reses di Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Jawa Tengah, Senin (23/2/2026).

Advertisement

“Baru-baru ini kita dikejutkan kasus bunuh diri seorang pelajar di NTT yang menyita perhatian publik, diikuti kasus serupa di Demak, Jawa Tengah,” ungkap Hamid.

Menurut Hamid, insiden tersebut bukan sekadar masalah personal, melainkan sinyal penting bagi negara untuk mengevaluasi perlindungan anak, layanan kesehatan mental, dan pengawasan di lingkungan sekolah maupun masyarakat.

Baca Juga  Anggota DPD RI Penrad Siagian Desak PTPN IV Hentikan Konversi Kebun Teh ke Sawit di Simalungun

“Setiap nyawa yang hilang menjadi tanggung jawab kita bersama. Negara wajib hadir melindungi anak-anak dari tekanan yang membahayakan,” tegas politisi Fraksi PKS itu.

Kasus di NTT dan Demak juga menjadi pengingat bahwa tekanan psikologis pada anak dan remaja tidak boleh diabaikan. Publik menuntut kebijakan konkret, mulai dari deteksi dini masalah mental, pendampingan psikososial, hingga mekanisme pelaporan yang cepat tanggap terhadap potensi risiko.

Dalam kunjungan kerja tersebut, Komisi XIII DPR menekankan perlunya prioritas lintas sektor dalam isu perlindungan jiwa dan hak anak, agar tragedi serupa tidak kembali terulang. (A18)

Sumber: Parlementaria

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini