Semarang, Sinata.id – Tragedi bunuh diri yang menimpa pelajar di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Demak, Jawa Tengah, menimbulkan keprihatinan luas. Peristiwa ini menjadi peringatan keras bagi pemerintah untuk meningkatkan perlindungan terhadap anak dan remaja.
Anggota Komisi XIII DPR, Hamid Noor Yasin, menegaskan bahwa setiap kehilangan nyawa anak sekolah harus menjadi perhatian serius negara. Pernyataan ini disampaikannya saat melakukan kunjungan kerja reses di Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Jawa Tengah, Senin (23/2/2026).
“Baru-baru ini kita dikejutkan kasus bunuh diri seorang pelajar di NTT yang menyita perhatian publik, diikuti kasus serupa di Demak, Jawa Tengah,” ungkap Hamid.
Menurut Hamid, insiden tersebut bukan sekadar masalah personal, melainkan sinyal penting bagi negara untuk mengevaluasi perlindungan anak, layanan kesehatan mental, dan pengawasan di lingkungan sekolah maupun masyarakat.
“Setiap nyawa yang hilang menjadi tanggung jawab kita bersama. Negara wajib hadir melindungi anak-anak dari tekanan yang membahayakan,” tegas politisi Fraksi PKS itu.
Kasus di NTT dan Demak juga menjadi pengingat bahwa tekanan psikologis pada anak dan remaja tidak boleh diabaikan. Publik menuntut kebijakan konkret, mulai dari deteksi dini masalah mental, pendampingan psikososial, hingga mekanisme pelaporan yang cepat tanggap terhadap potensi risiko.
Dalam kunjungan kerja tersebut, Komisi XIII DPR menekankan perlunya prioritas lintas sektor dalam isu perlindungan jiwa dan hak anak, agar tragedi serupa tidak kembali terulang. (A18)
Sumber: Parlementaria










Jadilah yang pertama berkomentar di sini