Info Market CPO
🗓 Update: Kamis, 7 Mei 2026 |18:20 WIB |Volume: 0.5K • 0.2K • 1K DMI • LOCO PARINDU • LOCO LUWU
HARGA CPO (WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
15222 15200 (IMT) 15220 (AGM) 15350 - WD
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
15222 15200 (IMT) 15220 (AGM) 15350 - WD
N6 N4 (N6)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
14782 14455 (MNA) 14600 (PBI) 15000 - WD
N6 N4 (N6)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
15100 14693 14800 15275 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 1K · LOCO LUWU
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • Harga relatif stabil pada transaksi DMI
  • Selisih harga antar bidder sangat tipis
  • Masih terdapat lokasi tanpa penawaran
👥Sumber: Internal Market CPO
Regional

Kapolres Tapanuli Tengah Membantah Dua Personil Intel Jadi Provokator Bentrokan Massa 

kapolres tapanuli tengah membantah dua personil intel jadi provokator bentrokan massa 
Kapolres Tapanuli Tengah, AKBP Wahyu Endrajay bersama para PJU saat menyampaikan klarifikasi terkait tudingan dua intel menjadi provokator pada saat aksi unjuk rasa, Senin (3/11/2025).

Tapanuli Tengah, Sinata.id– Kepolisian Resor (Polres) Tapanuli Tengah (Tapteng) merespons tuduhan liar yang menyebut dua personel Satuan Intelkam sebagai provokator dalam insiden ricuh di depan rumah pribadi mantan Bupati Tapteng, Bakhtiar Ahmad Sibarani, pada Jumat (31/10/2025).

Pernyataan resmi Polres Tapteng menegaskan bahwa tuduhan tersebut adalah hoaks. Justru kedua anggota Intelkam tersebut menjadi korban pemukulan saat menjalankan tugas negara.

Advertisement

Kabag Ops Polres Tapteng, AKP Daniel P. Sinaga, menyebutkan bahwa pengamanan aksi unjuk rasa Gerakan Tapteng Bersatu Untuk Perubahan (GTBUP) dilakukan secara profesional dan sesuai prosedur.

“Seluruh kegiatan pengamanan dilaksanakan berdasarkan Surat Perintah Tugas Nomor: Sprin/1271/X/PAM 3.2/2025, dengan kekuatan 92 personel,” kata Daniel.

Kasat Intelkam Polres Tapteng, Iptu OS Colia, membantah keras tudingan bahwa anggotanya menjadi biang kerok dari kericuhan.

Baca Juga  Safari Ramadan 1447 H, Dandim 0208/Asahan Ajak Warga Jaga Kamtibmas

Ia menjelaskan, dua personel Intelkam, Brigadir WM dan Bripda CCT sedang menjalankan tugas Pulbaket (pengumpulan bahan keterangan), serta pendokumentasian situasi lapangan, bukan melakukan provokasi.

“Kami tegaskan, tuduhan bahwa dua personel Sat Intelkam kami menjadi provokator kericuhan adalah tidak benar. Mereka bertugas sesuai SOP untuk mendokumentasikan situasi, bukan menghasut massa,” tegas OS Colia.

OS Colia mengungkapkan, sekitar pukul 14.40 WIB, Brigadir WM tiba di depan parkiran rumah pribadi eks Bupati Tapteng dan mulai merekam situasi. Tiba-tiba, ia diteriaki provokator, lalu didekati, diintimidasi, dan dipukuli pada bagian kepala, wajah, serta badan.

“Ponselnya pun sempat hendak dirampas beberapa orang sebelum akhirnya diselamatkan oleh warga yang mengenalinya sebagai anggota kepolisian,” sebutnya.

Baca Juga  Pelantikan AMPI Asahan, Siap Bergerak Hingga Tingkat Desa

Nasib serupa dialami Bripda CCT yang juga sedang merekam suasana. Ia mendadak dituduh sebagai penghasut dengan tudingan palsu bahwa dirinya berteriak “bakar, bakar, serang itu”.

Padahal, menurut Iptu OS Colia yang berada di lokasi, Bripda CCT tidak mengeluarkan sepatah kata pun. Bripda CCT segera diamankan ke mobil Samapta.

Sementara itu, Kapolres Tapanuli Tengah, AKBP Wahyu Endrajaya, menegaskan posisi resmi kepolisian dan meminta masyarakat tidak terprovokasi oleh kabar bohong yang beredar.

“Tuduhan yang menyebut dua personel kami sebagai provokator kericuhan adalah tidak benar. Saya mengimbau masyarakat untuk tidak mudah percaya isu menyesatkan. Mari bersama kita jaga situasi Tapanuli Tengah tetap aman dan kondusif,” ujar Kapolres dengan tegas.

Baca Juga  Polres Tanjungbalai Ajarkan Anak Usia Dini Tertib Berlalu Lintas

Wahyu memastikan, ledua personel bertugas sesuai SOP dan tidak pernah mengeluarkan kata-kata provokatif. Keduanya justru menjadi korban pemukulan dan intimidasi oleh massa.

“Rekaman video asli kejadian telah diamankan di Seksi Propam Polres Tapteng, sebagai bukti resmi dan dapat ditunjukkan ke publik bila diperlukan,” timpalnya.

Sebagai langkah lanjut, sambung Wahyu, Paminal Seksi Propam Polres Tapteng telah melakukan pemeriksaan saksi-saksi dan penyelidikan internal, untuk memastikan transparansi penanganan kasus.

“Dengan klarifikasi resmi ini, Polres Tapteng berharap isu fitnah yang menyudutkan aparat dapat dihentikan, dan publik tidak lagi terprovokasi oleh narasi yang tidak berdasar,” tandasnya. (A1)

 

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini