Tel Aviv, Sinata.id – Israel dilaporkan mulai menyiapkan langkah darurat di sektor kesehatan menyusul meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran yang dikhawatirkan berkembang menjadi konflik terbuka.
Kementerian Kesehatan Israel disebut menginstruksikan sejumlah rumah sakit untuk bersiap menghadapi kemungkinan situasi perang berkepanjangan di kawasan.
Media berbahasa Ibrani melaporkan, otoritas kesehatan tengah mengevaluasi kapasitas rawat inap nasional.
Salah satu opsi yang dipertimbangkan adalah mempercepat pemulangan pasien penyakit dalam yang kondisinya stabil guna mengosongkan tempat tidur dan meningkatkan kesiapsiagaan fasilitas medis apabila terjadi lonjakan korban.
Selain penataan kapasitas tempat tidur, distribusi tenaga medis juga menjadi perhatian. Dokter-dokter yang selama ini bertugas di wilayah pusat, termasuk di ibu kota, dilaporkan berpotensi dipindahkan sementara ke rumah sakit di daerah pinggiran.
Baca juga: AS Ancam Serang Iran dalam Hitungan Hari, Targetkan Penggulingan Khamenei
Langkah ini dimaksudkan untuk memastikan ketersediaan tenaga profesional secara merata jika terjadi keadaan darurat berskala luas.
Rumah sakit swasta terbesar di Tel Aviv, , dilaporkan telah membangun fasilitas medis bawah tanah dengan kapasitas sekitar 200 tempat tidur.
Fasilitas tersebut disiapkan atas permintaan Kementerian Kesehatan sebagai bagian dari skenario mitigasi krisis.
Stasiun televisi Israel menyebutkan bahwa pembangunan ruang perawatan bawah tanah itu dirancang untuk tetap beroperasi dalam kondisi darurat, termasuk jika terjadi serangan.
Langkah antisipatif ini muncul di tengah memanasnya hubungan antara Washington dan Teheran. Presiden Amerika Serikat Donal Trump sebelumnya menyatakan akan mengambil tindakan militer lebih keras terhadap Iran apabila tidak tercapai kesepakatan baru terkait program nuklir.
Putaran ketiga perundingan nuklir dijadwalkan berlangsung pada Kamis (26/2), dengan kedua pihak menyampaikan sinyal berbeda mengenai kemajuan pembicaraan.
Di sisi lain, pemerintah Iran menyatakan siap merespons setiap serangan dengan menargetkan pangkalan-pangkalan Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah, termasuk fasilitas yang berkaitan dengan Israel. Situasi ini mendorong peningkatan kesiapsiagaan militer Amerika Serikat di sekitar wilayah Iran.
Kapal induk dilaporkan tiba di Yunani pada Selasa (24/2) pagi dan dijadwalkan melanjutkan pelayaran menuju wilayah yang lebih dekat dengan Israel setelah beberapa hari berlabuh.
Kehadiran kapal induk tersebut disebut akan memperkuat kelompok tempur yang dipimpin yang saat ini berada di Laut Arab.
Seiring perkembangan itu, sejumlah personel dan staf Amerika Serikat di pangkalan militer maupun kedutaan besar di kawasan dilaporkan mulai dievakuasi.
Hingga kini belum ada konfirmasi resmi mengenai pecahnya konflik, namun langkah-langkah yang diambil berbagai pihak menunjukkan peningkatan kewaspadaan terhadap kemungkinan eskalasi lebih lanjut. (A58)









Jadilah yang pertama berkomentar di sini