Teheran, Sinata.id — Ketegangan perang di Timur Tengah kini merembet ke dalam negeri Iran. Aparat keamanan negara yang dilaporkan menangkap setidaknya 20 orang yang mencurigakan menjadi mata-mata Israel, dalam operasi besar yang disebut sebagai upaya mengungkap jaringan intelijen asing di wilayahnya.
Penangkapan dilakukan di wilayah barat laut Iran, tepatnya di Kota Urmia yang berada di Provinsi Azerbaijan Barat. Aparat menuduh para tersangka terlibat dalam aktivitas spionase dan bekerja sama dengan intelijen Israel di tengah konflik yang terus memanas antara kedua negara.
Operasi penangkapan ini berlangsung lebih dari dua pekan setelah pecahnya eskalasi perang di kawasan Timur Tengah. Otoritas keamanan Iran menyediakan adanya jaringan yang memberikan informasi sensitif kepada Israel.
Menurut laporan media Iran, aparat berhasil mengungkap beberapa kelompok yang diduga memiliki hubungan dengan badan intelijen Israel, Mossad. Para tersangka disebut berperan sebagai penghubung atau pemberi informasi bagi pihak luar.
Langkah ini menjadi bagian dari operasi kontra-intelijen yang diperketat oleh pemerintah Iran sejak konflik regional semakin meluas.
Pejabat keamanan setempat menyatakan bahwa penangkapan tersebut dilakukan setelah penyelidikan panjang mengenai dugaan infiltrasi agen asing di dalam negeri.
Pihak yang menilai jaringan tersebut tidak hanya menyebarkan informasi, tetapi juga berpotensi membantu operasi militer Israel dengan memberikan strategi data mengenai sasaran tertentu.
Dalam beberapa laporan sebelumnya, Iran memang sering menuduh Israel menjalankan jaringan agen rahasia di dalam negeri untuk membantu serangan terhadap fasilitas militer maupun ilmuwan nuklir.
Kasus penangkapan 20 orang ini bukan satu-satunya operasi yang dilakukan aparat Iran. Dalam beberapa hari terakhir, otoritas negara itu juga mengklaim telah menangkap puluhan orang lain yang diharapkan bekerja untuk Israel atau Amerika Serikat.
Laporan lain bahkan menyebut aparat Iran menahan puluhan orang karena dianggap memberikan informasi kepada media asing atau pihak yang dianggap musuh negara.
Langkah tersebut menunjukkan bagaimana perang dengan Israel tidak hanya terjadi di medan militer, tetapi juga merambah ke perang intelijen dan rahasia operasi di dalam wilayah Iran sendiri. [A58]









Jadilah yang pertama berkomentar di sini