Pematangsiantar, Sinata.id – Kota Pematangsiantar mengalami inflasi year on year (y-on-y) sebesar 4,7 persen pada Januari 2026. Angka tersebut ditunjukkan oleh Indeks Harga Konsumen (IHK) yang tercatat sebesar 113,87, naik dibandingkan IHK Januari 2025 sebesar 108,76.
Hal itu disampaikan Statistisi Ahli Madya Badan Pusat Statistik Kota Pematangsiantar, Nova Puspita berdasarkan hasil pemantauan harga berbagai komoditas kebutuhan masyarakat selama Januari 2026.
“Inflasi y-on-y terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh meningkatnya indeks pada seluruh kelompok pengeluaran,” ujar Nova Puspita, Senin ( 02/2/2026 )
Nova menjelaskan, inflasi tahunan terjadi pada seluruh kelompok pengeluaran. Kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya menjadi penyumbang inflasi tertinggi dengan kenaikan mencapai 18,94 persen. Disusul kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 8,35 persen, serta kelompok kesehatan yang mengalami inflasi 4,5 persen.
Kelompok lainnya yang turut mencatat inflasi y-on-y antara lain:
Makanan, minuman, dan tembakau sebesar 4,1 persen
Penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 4,61 persen
Pendidikan sebesar 3,63 persen
Perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 2,54 persen
Pakaian dan alas kaki sebesar 1,77 persen
Rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 1,31 persen
Informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,41 persen
Transportasi sebesar 0,37 persen
Lebih lanjut, Nova menyebutkan sejumlah komoditas yang dominan memberikan andil inflasi y-on-y, di antaranya tarif listrik, emas perhiasan, beras, ikan kembung/ikan gembung, daging ayam ras, ikan tongkol/ikan ambu-ambu, rokok kretek mesin (SKM), serta sewa rumah.
Sementara itu, beberapa komoditas justru memberikan andil deflasi y-on-y, seperti cabai merah, pisang, bawang putih, kentang, tahu mentah, ikan lele, hingga nanas.
Meski inflasi tahunan tercatat cukup tinggi, secara month to month (m-to-m) Kota Pematangsiantar justru mengalami deflasi sebesar 0,11 persen pada Januari 2026. Deflasi ini dipengaruhi oleh penurunan harga sejumlah komoditas hortikultura, terutama cabai merah, cabai rawit, andaliman, wortel, bayam, dan kangkung.
“Penurunan harga komoditas pangan segar berkontribusi terhadap deflasi bulanan pada Januari 2026,” jelas Nova.
Selain itu, tingkat inflasi year to date (y-to-d) hingga Januari 2026 juga tercatat deflasi sebesar 0,11 persen.
BPS Kota Pematangsiantar mengimbau masyarakat agar tetap mencermati pola konsumsi, terutama pada kelompok pengeluaran yang mengalami kenaikan signifikan. Pemantauan harga dan ketersediaan pasokan akan terus dilakukan guna menjaga stabilitas harga di daerah. (SN10)









Jadilah yang pertama berkomentar di sini