Info Market CPO
🗓 Update: Senin, 11 Mei 2026 |15:20 WIB |Volume: 0.5K • 0.2K • 2.6K DMI • LOCO NGABANG • LOCO KEMBAYAN • LOCO PARINDU • FOB PALOPO
HARGA CPO (ACC/WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
15325 15217 (PAA) 15203 - EUP ACC
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
15325 15217 (PAA) 15203 - EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K · LOCO NGABANG
14975 14774 (MNA) 14550 (PBI) - EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K · LOCO KEMBAYAN
14875 14624 (MNA) 14450 (PBI) - EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.5K · LOCO PARINDU
14885 14699 (MNA) 14550 (PBI) 14975 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 2.6K · FOB PALOPO
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • EUP mendominasi pada transaksi DMI dan segmen LOCO
  • Persaingan harga masih cukup ketat antar bidder
  • Masih terdapat lokasi tanpa penawaran
👥Sumber: Internal Market CPO
Model
Nasional

Indonesia Masuk Negara dengan Risiko Bencana Tertinggi di Dunia

kepala bnpb suharyanto.
Kepala BNPB Suharyanto. (Foto: BNPB)

JAKARTA, Sinata.id  – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto menegaskan bahwa Indonesia merupakan salah satu negara dengan tingkat risiko bencana tertinggi di dunia.

Hal itu disampaikannya saat memberikan arahan kepada peserta Senior Disaster Management Training (SDMT) Batch III di Graha BNPB, Jakarta, Senin (11/5/2026).

Advertisement

Dalam pemaparannya, Suharyanto menyebut data Bank Dunia menempatkan Indonesia di peringkat ketiga negara dengan risiko bencana tertinggi dan peringkat keempat negara dengan tingkat paparan bencana tertinggi di dunia.

“Indonesia peringkat ketiga sebagai negara dengan risiko bencana tertinggi di dunia, dan peringkat keempat negara dengan paparan bencana tertinggi di dunia,” ujar Suharyanto.

Menurutnya, kondisi geografis Indonesia yang berada di kawasan cincin api dunia membuat berbagai ancaman bencana kerap terjadi, mulai dari gempa bumi, tsunami, erupsi gunung api, banjir hingga tanah longsor. Bahkan, Indonesia disebut dunia internasional sebagai “laboratorium bencana”.

Meski demikian, Suharyanto menilai predikat tersebut harus dijadikan pengingat agar seluruh pihak terus meningkatkan kesiapsiagaan dan kemampuan penanggulangan bencana.

“Hampir tidak ada wilayah di Indonesia yang benar-benar aman. Kalimantan memang relatif aman dari gempa dan tsunami, tetapi ancaman kebakaran hutan dan lahan tetap terjadi setiap tahun,” katanya.

Pada kegiatan yang diikuti 67 peserta dari berbagai daerah di Indonesia itu, Suharyanto menekankan pentingnya penguatan mitigasi dan kesiapsiagaan sebagai langkah utama mengurangi risiko bencana.

Ia menyebut penanggulangan bencana telah menjadi salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto.

Selain itu, Suharyanto meminta para Kepala Pelaksana BPBD mampu membaca situasi dengan cepat dan mengambil keputusan secara tepat saat menghadapi kondisi darurat.

Ia juga menyoroti masih adanya masyarakat yang mengabaikan peringatan bahaya di kawasan rawan bencana. Salah satunya terkait erupsi Gunung Dukono yang menelan korban akibat warga nekat memasuki zona terlarang.

“Sudah ada larangan menjauhi radius empat kilometer, tapi masih ada yang nekat. Akhirnya jatuh korban. Sosialisasi harus terus dilakukan,” tegasnya.

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini