Info Market CPO
🗓 Update: Kamis, 30 April 2026 |18:09 WIB |Volume: 0.5K • 0.3K • 0.2K •DMI • FOB TDUKU • LOCO PARINDU • LOCO KEMBAYAN • LOCO NGABANG • LOCO LUWU
HARGA CPO (WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
15312 15225 (KJA) 15400 (AGM) 15450 - WD
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
15312 15225 (KJA) 15205 15450 - WD
N6 N4 (N6)
Vol: 0.5K · FOB TDUKU
15112 (PRISCOLIN) 14995 (MM) 15000 (AGM) 15250 - WD
N6 N4 (N6)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
14787 14490 (MNA) 14600 (PBI) 15100 - WD
N13 N4 (N13)
Vol: 0.3K · LOCO KEMBAYAN
14762 14490 (MNA) 14500 (PBI) 15000 - WD
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K · LOCO NGABANG
14947 14490 (MNA) 14600 (PBI) 15100 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 0.5K · LOCO LUWU
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • Pasar cenderung melemah pada beberapa lokasi LOCO
  • Persaingan harga cukup ketat antar bidder
  • Masih terdapat beberapa grade tanpa penawaran
👥Sumber: Internal Market CPO
Advertisement
Model
News

Hutan Tepi Danau Toba Terbakar Lagi, Pemicu Diduga Warga Bakar Sampah

hutan tepi danau toba terbakar lagi, pemicu diduga warga bakar sampah
Petugas berupaya padamkan api di perbukitan Haranggaol. (foto: sinata/sawal)

Simalungun, Sinata.id – Hutan di perbukitan tepi Danau Toba tepatnya di Kelurahan Haranggaol, Kecamatan Haranggaol Horison, Kabupaten Simalungun, terbakar, Selasa (19/08/2025). Insiden itu diduga dipicu ulah warga sekitar yang membakar sampah, sampai merembet ke kawasan hutan.

Camat Haranggaol Horison, Bangun Siregar menjelaskan, lahan yang terbakar dekat dengan pemukiman warga, dilaporkan terjadi sekitar pukul 13.00 WIB.

Advertisement

“Api yang masuk ke wilayah dekat pemukiman sudah berhasil dipadamkan. Tapi ada titik api yang diperbukitan belum tahu kita kabar terkininya,” katanya.

Menurutnya hal ini bukan yang pertama terjadi, melainkan sudah berulang pasca kejadian serupa beberapa pekan lalu. Pembedanya, luas lahan yang terbakar lebih kecil.

Baca Juga  3 Gerai Tiffany & Co di Jakarta Disegel, Purbaya Tuduh Ada Praktik Ilegal yang Menggerogoti Negara

Terkait penyebab kebakaran, menurutnya hal ini disebabkan warga yang membersihkan lahan pertanian yang ada di lereng perbukitan. Tetapi sampai menjalar ke kawasan lainnya.

“Kemungkinan penyebabnya warga yang bakar sampah di dekat bukit. Karena banyak lahan warga yang berbatasan langsung dengan bukit yang ada di Haranggaol ini, karena angin kencang dan musim kemarau, penyebab api cepat membakar sampah daun kering,” ungkapnya.

Dia masih tak menyangka kebakaran di lereng perbukitan masih saja terjadi meski sosialisasi kepada warga kerap dilakukan.

“Dari kecamatan, kepolisian, kehutanan dan TNI sering melakukan sosialisasi. Hanya saja tetap saja terjadi kebakaran lahan. Biasanya di akhir tahun terjadi kejadian seperti ini,” tandasnya.

Baca Juga  Foto di Galeri HP Bisa Menjadi Sumber Uang, Begini Caranya...

Terpisah, Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Simalungun, Viktor Purba, mengatakan pihaknya telah melakukan pemadaman di lahan yang terbakar.

“Tim kita hanya mampu menjangkau yang dekat dengan pemukiman warga. Karena kita tak memiliki peralatan yang memadai. Tapi kalau tim dari kehutanan mereka punya alat pemadam yang digendong itu. Lagian, kita tak ingin mengambil resiko, karena tim kita tak tau medannya seperti apa, terutama di saat malam hari,” jelasnya.

BPBD terus menghimbau kepada masyarakat agar tak sembarnagan membakar lahan di sekitaran perbukitan yang rawan terjadi bencana kebakaran.

“Kita selalu melakukan pemantauan dan terus melakukan identifikasi bila ada titik api. Makanya kita selalu siapkan tim di sekitar Haranggaol. Kejadian ini juga sudah kita laporkan ke pimpinan agar kejadian serupa tidak terus terjadi,” jelasnya. (SN11)

Baca Juga  Operasi Senyap Polisi di Pasar Sibuhuan, Terduga Pengguna Sabu Dibekuk Saat Keluar Rumah

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini