Jakarta, Sinata.id – Para astronom berhasil mengungkap salah satu misteri terbesar di pusat Galaksi Bima Sakti yang telah menjadi perdebatan selama lebih dari lima dekade.
Untuk pertama kalinya, ilmuwan menemukan bukti kuat adanya embusan angin kosmik yang berasal dari Sagittarius A* (Sgr A*), lubang hitam supermasif yang berada di pusat galaksi tempat Tata Surya berada.
Penemuan ini memberikan pemahaman baru mengenai aktivitas lubang hitam yang selama ini dianggap relatif tenang dibandingkan lubang hitam aktif di galaksi lain.
Bukti Angin Kosmik dari Lubang Hitam Supermasif
Selama bertahun-tahun, para ilmuwan meyakini bahwa lubang hitam tidak hanya menyerap materi di sekitarnya, tetapi juga dapat melepaskan sebagian energi dan material dalam bentuk aliran plasma atau angin kosmik.
Meski fenomena tersebut telah banyak diamati pada galaksi lain, keberadaannya di Sagittarius A* sulit dibuktikan karena posisi Bumi yang harus mengamati pusat galaksi melalui lapisan debu dan gas yang sangat tebal.
Mark Gorski, peneliti dari Northwestern University yang memimpin studi tersebut, mengatakan bahwa setiap lubang hitam yang tidak berada dalam ruang hampa sempurna berpotensi menghasilkan embusan angin.
“Dengan data terbaru, kami akhirnya mendapatkan pandangan yang cukup jelas untuk mengidentifikasi jejak angin tersebut. Temuan ini merupakan sesuatu yang telah dicari para astronom selama puluhan tahun,” ujar Gorski.
Rongga Misterius Jadi Petunjuk Penting
Penemuan ini berawal dari identifikasi sebuah rongga berbentuk kerucut di sekitar Sagittarius A*. Area tersebut terlihat kosong dari gas karbon monoksida dingin yang biasanya banyak ditemukan di wilayah pusat galaksi.










Jadilah yang pertama berkomentar di sini