Washington, Sinata.id – Para astronom menemukan bukti baru bahwa Galaksi Bima Sakti pernah “menelan” galaksi kecil kuno bernama Loki sekitar 10 miliar tahun lalu.
Penemuan tersebut menjadi bagian penting dalam upaya ilmuwan memahami sejarah pertumbuhan dan evolusi Galaksi Bima Sakti selama miliaran tahun terakhir.
Berdasarkan catatan NASA, Galaksi Bima Sakti memiliki diameter sekitar 100 ribu tahun cahaya dan dihuni oleh 100 miliar hingga 400 miliar bintang. Selama lebih dari 12 miliar tahun, galaksi ini terus berkembang dengan menyerap sejumlah galaksi kerdil di sekitarnya.
Dalam studi terbaru yang dipublikasikan di jurnal Monthly Notices of the Royal Astronomical Society, para peneliti menemukan jejak bintang kuno yang diyakini berasal dari galaksi kecil bernama Loki.
Para astronom memusatkan penelitian pada gugusan bintang miskin logam atau very-metal-poor (VMP) yang berada di sekitar cakram Galaksi Bima Sakti. Bintang-bintang jenis ini dipercaya merupakan peninggalan awal pembentukan galaksi.
Penulis utama studi tersebut, Dr. Federico Sestito, peneliti pascadoktoral di Pusat Penelitian Astrofisika Universitas Hertfordshire, bersama timnya mengidentifikasi 20 bintang miskin logam menggunakan data dari teleskop Gaia milik Badan Antariksa Eropa (ESA).
Tim peneliti juga memanfaatkan instrumen spektograf beresolusi tinggi di Teleskop Kanada-Prancis-Hawaii yang berada di dekat puncak Maunakea, Hawaii.
Meski mengalami kesulitan menentukan usia pasti bintang-bintang tersebut, komposisi kimianya menunjukkan bahwa usia mereka diperkirakan lebih dari 10 miliar tahun.
Bintang-bintang itu ditemukan sekitar 7.000 tahun cahaya dari Tata Surya dan memiliki komposisi kimia yang serupa. Kondisi tersebut memperkuat dugaan bahwa semuanya berasal dari satu galaksi kerdil yang sama.
Dari 20 bintang yang diamati, sebanyak 11 bintang bergerak dalam orbit prograde atau searah dengan cakram galaksi, sedangkan sisanya bergerak berlawanan arah dalam orbit retrograde.
“Jika skenario Loki benar, maka sistem yang bergabung dengan galaksi kita dapat membuat bintang-bintangnya bergerak searah maupun berlawanan arah,” ujar Federico Sestito, dikutip dari CNN Internasional, Minggu (24/5/2026).
Menurutnya, proses penggabungan itu kemungkinan terjadi ketika Galaksi Bima Sakti masih sangat muda dan memiliki gaya gravitasi yang belum sekuat sekarang.
“Simulasi kosmologis menunjukkan peristiwa ini terjadi sekitar tiga hingga empat miliar tahun setelah Big Bang,” katanya.
Penemuan ini semakin memperkuat teori bahwa Galaksi Bima Sakti terbentuk melalui serangkaian tabrakan dan penggabungan dengan galaksi-galaksi kecil selama miliaran tahun. (A02)










Jadilah yang pertama berkomentar di sini