Tapanuli Selatan, Sinata.id – Peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-118 di Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) tidak hanya menjadi seremoni tahunan.
Dalam upacara yang digelar di Sipirok, Rabu (20/5/2026), Bupati Tapsel, Gus Irawan Pasaribu menyoroti ancaman baru yang dinilai mengintai generasi muda, yakni krisis ruang digital.
Saat memimpin upacara di Lapangan Parade Kompleks Perkantoran Gus Irawan membacakan pidato Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia dengan tema “Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara”.
Pidato tersebut menyoroti perubahan ancaman nasional yang kini bergeser dari persoalan teritorial menuju perang informasi dan pengaruh digital.
“Bangsa ini harus bangkit menghadapi tantangan zaman tanpa kehilangan jati diri,” ujar Gus Irawan.
Ia menjelaskan pemerintah pusat saat ini terus memperkuat perlindungan anak di ruang digital melalui penerapan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 atau PP TUNAS.
Salah satu kebijakan yang menjadi perhatian ialah penundaan akses media sosial bagi anak di bawah usia 16 tahun guna menekan dampak negatif platform digital yang dinilai berisiko tinggi terhadap perkembangan anak.
Selain isu digital, pemerintah juga disebut tengah memperkuat fondasi kesejahteraan masyarakat melalui sejumlah program nasional, seperti Program Makan Bergizi Gratis, pembangunan Sekolah Rakyat, layanan kesehatan gratis, hingga penguatan ekonomi desa melalui Koperasi Merah Putih.
Upacara Harkitnas tersebut dihadiri Wakil Bupati, Jafar Syahbuddin Ritonga, Sekretaris Daerah Sofyan Adil Siregar, unsur TNI-Polri, Kejaksaan, aparatur sipil negara (ASN), serta pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK).
Usai pelaksanaan upacara, jajaran Pemerintah Kabupaten Tapsel melanjutkan kegiatan dengan ziarah nasional ke Taman Makam Pahlawan Simago-mago sebagai bentuk penghormatan kepada para pejuang kebangkitan bangsa. (SN18)










Jadilah yang pertama berkomentar di sini