Jakarta, Sinata.id – Harga emas produksi PT Aneka Tambang Tbk atau emas Antam Logam Mulia tercatat tidak mengalami perubahan pada perdagangan Kamis (26/3/2026). Stabilnya harga ini terjadi setelah sebelumnya emas sempat menunjukkan tren penguatan.
Berdasarkan data resmi dari situs logammulia.com, harga emas Antam ukuran 1 gram berada di level Rp2.850.000 per batang. Angka ini tidak berubah dibandingkan perdagangan sebelumnya, sekaligus menghentikan tren kenaikan yang sempat terjadi.
Harga Buyback Turun
Berbeda dengan harga jual, nilai buyback atau harga pembelian kembali emas Antam justru mengalami penurunan. Pada hari ini, harga buyback berada di level Rp2.490.000 per gram, turun Rp17.000 dari hari sebelumnya.
Penurunan buyback ini menjadi perhatian investor, karena mencerminkan adanya penyesuaian di tengah dinamika pasar global.
Harga Emas Dunia Masih Fluktuatif
Di pasar global, harga emas masih bergerak fluktuatif. Mengacu data Refinitiv, harga emas dunia sempat menguat dan ditutup di level US$4.505,06 per troy ons pada Rabu (25/3/2026), naik sekitar 0,7%.
Kenaikan tersebut memperpanjang tren positif emas yang dalam dua hari terakhir menguat lebih dari 2%. Salah satu pendorongnya adalah turunnya harga minyak yang membantu meredakan kekhawatiran inflasi global.
Namun pada Kamis pagi, harga emas sedikit terkoreksi ke posisi sekitar US$4.499 per troy ons, mencerminkan aksi ambil untung serta kehati-hatian investor.
Sentimen Global Masih Membayangi
Pergerakan emas saat ini tidak lepas dari berbagai sentimen global, termasuk ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah. Kondisi tersebut membuat emas tetap menjadi aset safe haven yang diminati, meskipun pergerakannya cenderung volatil.
Selain itu, ekspektasi terhadap kebijakan suku bunga global juga turut memengaruhi arah harga emas, terutama terkait langkah bank sentral Amerika Serikat.
Prospek Emas ke Depan
Dengan kombinasi faktor inflasi, geopolitik, dan kebijakan moneter, harga emas diperkirakan masih akan bergerak dinamis dalam waktu dekat.
Bagi investor, kondisi ini bisa menjadi momentum untuk mencermati strategi investasi, baik untuk jangka pendek maupun jangka panjang, seiring pergerakan harga emas yang masih dipengaruhi sentimen global.









Jadilah yang pertama berkomentar di sini