Info Market CPO
🗓 Update: Senin, 11 Mei 2026 |15:20 WIB |Volume: 0.5K • 0.2K • 2.6K DMI • LOCO NGABANG • LOCO KEMBAYAN • LOCO PARINDU • FOB PALOPO
HARGA CPO (ACC/WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
15325 15217 (PAA) 15203 - EUP ACC
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
15325 15217 (PAA) 15203 - EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K · LOCO NGABANG
14975 14774 (MNA) 14550 (PBI) - EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K · LOCO KEMBAYAN
14875 14624 (MNA) 14450 (PBI) - EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.5K · LOCO PARINDU
14885 14699 (MNA) 14550 (PBI) 14975 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 2.6K · FOB PALOPO
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • EUP mendominasi pada transaksi DMI dan segmen LOCO
  • Persaingan harga masih cukup ketat antar bidder
  • Masih terdapat lokasi tanpa penawaran
👥Sumber: Internal Market CPO
Model
Sains & Teknologi

Gerhana Matahari Cincin 17 Februari 2026: Jadwal dan Wilayah Pengamatan

gerhana matahari cincin 17 februari 2026: jadwal dan wilayah pengamatan
Ilustrasi gerhana matahari cincin. (kompas)

Pematangsiantar, Sinata.id – Fenomena Gerhana Matahari Cincin (annular solar eclipse) akan terjadi pada Selasa (17/2/2026).

Peristiwa astronomi langka ini menjadi perhatian dunia karena menampilkan efek cahaya unik yang dikenal sebagai “ring of fire” atau cincin api.

Advertisement

Gerhana matahari cincin terjadi ketika Bulan berada di antara Bumi dan Matahari, tetapi ukuran Bulan tidak cukup besar untuk menutupi seluruh piringan Matahari. Akibatnya, bagian tepi Matahari tetap terlihat sebagai lingkaran cahaya terang yang mengelilingi Bulan.

Jadwal Fase Gerhana Matahari Cincin 17 Februari 2026

Baca juga:Link Live Streaming Gerhana Bulan Total 7–8 September 2025

Berdasarkan data astronomi internasional, berikut tahapan gerhana (waktu UTC dan konversi WIB):

Baca Juga  Pink Moon 2 April 2026: Waktu Puncak, Fakta, dan Cara Melihat Bulan Purnama

Gerhana sebagian dimulai: 09.56 UTC (16.56 WIB)

Gerhana cincin dimulai: 11.42 UTC (18.42 WIB)

Puncak gerhana: 12.12 UTC (19.12 WIB)

Gerhana cincin berakhir: 12.41 UTC (19.41 WIB)

Gerhana sebagian berakhir: 14.27 UTC (21.27 WIB)

Secara keseluruhan, peristiwa gerhana berlangsung sekitar 271 menit, dengan fase cincin api terlihat selama kurang lebih 2 menit 20 detik di jalur utama.

Wilayah Visibilitas Gerhana

Jalur utama gerhana matahari cincin pada 17 Februari 2026 hanya melintasi wilayah Antartika dan Samudra Selatan. Pengamat yang berada di jalur antumbra Bulan dapat menyaksikan cincin cahaya Matahari secara sempurna.

Baca juga:Jadwal Lengkap Gerhana Bulan Total 7–8 September 2025

Sementara itu, wilayah lain seperti bagian selatan Afrika, Amerika Selatan, serta sebagian Samudra Hindia, Atlantik, dan Pasifik hanya akan melihat gerhana sebagai gerhana sebagian.

Baca Juga  Perusahaan Teknologi Global Lawan Penipuan Online

Apakah Gerhana Bisa Dilihat dari Indonesia?

Indonesia tidak termasuk wilayah yang dilalui jalur gerhana matahari cincin 17 Februari 2026. Oleh karena itu, fenomena ini tidak dapat diamati langsung dari seluruh wilayah Indonesia, baik sebagai gerhana cincin maupun gerhana sebagian.

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menegaskan bahwa lintasan bayangan gerhana berada di wilayah kutub selatan dan belahan Bumi lainnya, jauh dari garis khatulistiwa.

Meski tidak terlihat langsung dari Indonesia, masyarakat tetap dapat mengikuti peristiwa ini melalui siaran langsung atau rekaman video yang biasanya disediakan oleh lembaga astronomi internasional dan platform sains global.

Seberapa Langka Gerhana Matahari Cincin?

Baca juga:Besok 7 September 2025 Gerhana Bulan Total

Baca Juga  Fenomena Astronomi April 2026: Pink Moon dan Hujan Meteor Lyrids

Gerhana matahari cincin tergolong fenomena langka karena hanya terjadi ketika Bulan berada di titik apogee, yakni posisi terjauh dari Bumi. Secara rata-rata, gerhana jenis ini muncul di suatu lokasi di Bumi setiap 3–5 tahun, dengan wilayah dekat kutub lebih sering mengalaminya.

Gerhana Matahari Cincin 17 Februari 2026 akan menampilkan fenomena cincin api yang memukau di wilayah Antartika. Meski tidak dapat disaksikan langsung dari Indonesia, peristiwa ini tetap menjadi momen astronomi penting yang dapat diikuti melalui siaran langsung dari berbagai platform internasional. (A02)

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini