Ankara, SInata.id – Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan memperingatkan eskalasi konflik antara Iran dan Israel telah melampaui batas regional dan berkembang menjadi krisis global yang berdampak luas. Pernyataan itu disampaikan dalam pesan video yang dirilis pada Selasa (24/3), di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah.
Erdogan menilai konflik yang dipicu oleh kebijakan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu tidak hanya memicu instabilitas kawasan, tetapi juga menimbulkan konsekuensi global. Ia menyebut dampak perang tersebut kini dirasakan oleh masyarakat internasional.
Dalam pernyataannya, Erdogan mendesak penghentian segera aksi militer yang berlangsung. Ia menyerukan komunitas internasional untuk mengambil langkah tegas dan proaktif guna mencegah eskalasi lebih lanjut yang berpotensi memperburuk situasi kemanusiaan.
Presiden Turki itu juga menekankan pentingnya menjaga stabilitas kawasan dengan menolak pendekatan berbasis kekerasan dan permusuhan. Ia mendorong negara-negara di kawasan untuk mengedepankan kerja sama dan menahan diri dari langkah yang dapat memperluas konflik.
Di sisi lain, Ankara menyatakan akan tetap berhati-hati dalam merespons dinamika yang berkembang. Erdogan menegaskan pemerintahnya berupaya mengelola situasi dengan pendekatan yang terukur, sembari menjaga hubungan baik dengan negara-negara tetangga.
Ia juga menyinggung upaya menciptakan kawasan yang bebas dari terorisme sebagai bagian dari strategi jangka panjang untuk mencegah fragmentasi di Timur Tengah, termasuk potensi perpecahan antar kelompok etnis dan regional.
Ketegangan di kawasan meningkat sejak operasi militer gabungan yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel terhadap target di Iran pada akhir Februari lalu. Serangan tersebut terjadi di tengah meningkatnya ketegangan terkait program nuklir dan pengembangan rudal Teheran.
Sebagai respons, Iran melancarkan serangan balasan yang menargetkan wilayah Israel serta posisi militer Amerika Serikat di kawasan. Laporan mengenai ledakan juga muncul dari sejumlah negara di Teluk, menandai meluasnya dampak konflik di kawasan. (A58)









Jadilah yang pertama berkomentar di sini