Info Market CPO
🗓 Update: Jumat, 8 Mei 2026 |15:34 WIB |Volume: 0.5K • 0.2K • 2.6K DMI • LOCO NGABANG • LOCO KEMBAYAN • LOCO PARINDU • FOB PALOPO
HARGA CPO (ACC/WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
15222 15200 (TON) 15131 (AGM) 15275 - WD
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
15222 15100 (IMT/KJA) 15131 (AGM) 15275 KJA ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.5K · LOCO NGABANG
14782 14675 (MNA) 14500 (PBI) 14925 EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.5K · LOCO KEMBAYAN
14772 14525 (MNA) 14400 (PBI) 14825 EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
14782 14600 (MNA) 14500 (PBI) 14925 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 2.6K · FOB PALOPO
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • EUP masih mendominasi pada beberapa titik LOCO
  • Persaingan harga di DMI berlangsung ketat
  • Masih terdapat lokasi tanpa penawaran
👥Sumber: Internal Market CPO
Model
Hukum & Peristiwa

Durian dan Sapi Kurban Jadi Sorotan di Sidang Korupsi Kemnaker

durian dan sapi kurban jadi sorotan di sidang korupsi kemnaker
Noel

Jakarta, Sinata.id – Persidangan perkara dugaan korupsi pemerasan pengurusan sertifikat K3 di lingkungan Kementerian Ketenagakerjaan kembali memunculkan fakta mengejutkan.

Sidang menghadirkan mantan Direktur Bina Kelembagaan, Hery Sutanto, sebagai terdakwa, terungkap adanya permintaan barang hingga hewan kurban yang diduga berasal dari internal Kemnaker sejak 2021 hingga Februari 2025.

Advertisement

Fakta itu mencuat saat Dayuna Ivon Muriyono, PPPK Biro Umum Sekretariat Jenderal Kemnaker, memberikan kesaksian di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jumat (6/2/2026), dalam perkara yang juga menjerat eks Wakil Menteri Ketenagakerjaan, Immanuel Ebenezer alias Noel, bersama pihak lainnya.

Jaksa Penuntut Umum mengungkap isi percakapan antara Dayuna dan Hery yang memuat permintaan buah durian untuk menjamu tamu dari Japan International Cooperation Agency (JICA).

Baca Juga  Heboh Perkelahian Remaja di Dolok Merawan, Polsek dan Perangkat Desa Fasilitasi Mediasi Damai

Pada keterangannya, Dayuna menjelaskan bahwa permintaan tersebut memang disampaikan sebagai kebutuhan konsumsi, bukan sebagai kode untuk meminta uang.

Namun, jaksa meragukan penjelasan itu dan menduga durian tersebut hanyalah simbol dari permintaan dana. Saat diminta menjelaskan mengapa permintaan itu justru diarahkan kepada Hery sebagai direktur, Dayuna menyatakan dirinya tidak mengetahui alasan di balik keputusan tersebut karena hanya menjalankan perintah atasan.

Persoalan serupa kembali muncul ketika jaksa menyinggung permintaan sapi kurban. Berdasarkan kesaksian Dayuna, arahan untuk berkoordinasi dengan Hery datang dari Dirjen Kemnaker, Haiyani Rumondang. Sumbangan hewan kurban tersebut, menurut penuturannya, akan disalurkan ke masjid melalui yayasan milik sang dirjen.

Jaksa kembali mempertanyakan mengapa permintaan, baik durian maupun sapi, selalu ditujukan kepada Hery. Meski demikian, Dayuna menegaskan bahwa dirinya tidak mengetahui motif atau latar belakang di balik pola tersebut dan hanya melaksanakan instruksi yang diterimanya.

Baca Juga  Kasus Daycare Yogyakarta: 53 Anak Jadi Korban, 13 Tersangka Sudah Ditetapkan

Sidang ini semakin menyoroti dugaan praktik tidak wajar dalam proses pengurusan sertifikat K3 di Kemnaker, sekaligus membuka tabir relasi antara pejabat internal dengan pihak yang kini duduk di kursi terdakwa. (A18)

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini