Tapanuli Selatan, Sinata.id — Dua bulan setelah bencana longsor dan banjir bandang melanda Desa Huta Godang, Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, kondisi kerusakan di permukiman warga masih terlihat di sejumlah titik.
Berdasarkan pantauan Sinata.id pada Rabu (28/1/2026), beberapa rumah warga yang terdampak material longsoran dan banjir bandang pada 26 November 2025 belum sepenuhnya diperbaiki. Kerusakan bangunan masih tampak, sementara proses pemulihan di kawasan tersebut masih terus berlangsung.

Selain kerusakan rumah, material kayu berukuran besar yang terbawa arus longsor dari kawasan perbukitan masih ditemukan menumpuk di area permukiman. Kayu-kayu tersebut merupakan bagian dari material longsoran yang hanyut dan menghantam rumah warga saat bencana terjadi.
Di lokasi kejadian, kegiatan pembersihan masih dilakukan. Satu unit alat berat jenis ekskavator terlihat digunakan untuk menyingkirkan material kayu, lumpur, dan puing-puing di sekitar rumah warga. Sementara itu, mesin pemotong kayu (chainsaw) digunakan untuk memotong batang kayu berukuran besar agar dapat dipindahkan.

Baca juga:Brimob Evakuasi Puluhan Warga Terjebak Banjir di Tapanuli Tengah
Sejumlah warga menyampaikan bahwa meskipun penanganan darurat telah dilakukan sejak bencana, sisa material longsoran masih berada di lingkungan permukiman. Selain itu, sebagian rumah warga masih memerlukan perbaikan lanjutan.
Hingga akhir Januari 2026, proses pemulihan pascabencana di Desa Huta Godang masih difokuskan pada pembersihan area permukiman serta penanganan rumah warga yang mengalami kerusakan.

Bencana longsor dan banjir bandang yang terjadi di wilayah Huta Godang pada November 2025 menyebabkan kerusakan rumah dan lingkungan akibat material tanah, lumpur, serta kayu yang terbawa dari kawasan perbukitan. (A27)









Jadilah yang pertama berkomentar di sini