Oleh: Ferry SP Sinamo [Empung/Doli, Majagiah]
Kelahiran seorang anak selalu menjadi momen yang sarat makna bagi setiap keluarga, tidak hanya sebagai peristiwa biologis, tetapi juga sebagai peristiwa rohani yang membawa harapan baru.
Hal ini dirasakan oleh keluarga besar Sinamo dan Saragih yang menyambut kelahiran Majagiah Sinamo pada Jumat (6/2/2026).
Kehadiran bayi tersebut disambut dengan doa syukur kepada Tuhan Yesus Kristus sebagai ungkapan iman, sukacita, dan penyerahan hidup kepada kehendak Tuhan. Tradisi doa keluarga menjadi bagian penting dalam menyambut anggota baru, sebagai bentuk pengharapan agar sang anak bertumbuh dalam kasih, perlindungan, dan berkat Tuhan sejak dini.
Dalam doa yang dipanjatkan, keluarga menyerahkan kehidupan Majagiah sepenuhnya ke dalam tangan Tuhan. Mereka memohon agar bayi tersebut diberikan kesehatan, ketenangan jiwa, serta pertumbuhan yang baik, dan dijauhkan dari segala penyakit, bahaya, serta rencana jahat.
Baca juga:Makna Immanuel Kelahiran Yesus Kristus
Doa juga ditujukan kepada kedua orang tuanya, Wanda Mehangga Sinamo dan Asri Yuni Pratiwi Saragih. Keluarga berharap pasangan tersebut diberikan hikmat, kesabaran, dan keteguhan iman dalam menjalani peran sebagai orang tua. Harapannya, mereka mampu mendidik anak dalam nilai-nilai kekristenan, kasih, dan kebenaran.
Selain itu, keluarga memohon agar rumah tangga pasangan tersebut senantiasa dipenuhi damai sejahtera, dijauhkan dari pertengkaran dan kekurangan, serta dipersatukan dalam kasih dan iman. Dengan demikian, Majagiah diharapkan tumbuh menjadi anak yang takut akan Tuhan, mengasihi sesama, serta membawa berkat bagi banyak orang.
Momen kelahiran ini menjadi pengingat bahwa setiap anak merupakan anugerah yang harus dijaga, dibimbing, dan dididik dengan penuh tanggung jawab. Dalam ajaran Kristen, keluarga merupakan tempat pertama bagi anak untuk mengenal kasih Tuhan dan nilai-nilai kehidupan yang benar.
Sebagaimana tertulis dalam Amsal 22:6, βDidiklah orang muda menurut jalan yang patut baginya, maka pada masa tuanya pun ia tidak akan menyimpang dari jalan itu.β Ayat tersebut menjadi dasar pengharapan keluarga agar Majagiah Sinamo bertumbuh dalam iman, karakter yang baik, dan kehidupan yang menjadi berkat bagi sesama.
Baca juga:Makna Kelahiran Yesus Kristus: Terang Besar bagi Dunia dan Refleksi Iman Umat Kristen
Peristiwa kelahiran yang disertai doa keluarga ini menjadi cerminan nilai-nilai kekeluargaan dan spiritualitas yang masih kuat di tengah masyarakat. Di berbagai daerah di Indonesia, tradisi doa syukur atas kelahiran anak masih terus dilestarikan sebagai wujud iman dan harapan akan masa depan generasi yang lebih baik.
Ndor mo kono mbelgah da Pung, mbelgah-belgah cemun. Mo kono, ulang megar-megar, bage ate deket sodip mo tuhu karina si kita angan-anganken. Amen. (A02)
Β








Jadilah yang pertama berkomentar di sini