Desa Bergerak Lewat Koperasi, Target 60 Ribu Unit
Ekonomi Pancasila, dalam bayangan Prabowo, juga berarti menggerakkan roda ekonomi dari lapis paling bawah.
Program Koperasi Merah Putih menjadi instrumen utamanya. Dari yang semula hanya ratusan, pemerintah kini mendorong ekspansi besar-besaran.
“Koperasi Merah Putih sudah 1.061 yang operasional. Target kita di bulan Agustus, kita akan operasionalkan minimal 20 ribu koperasi, dan di akhir tahun harus di atas 60 ribu.”
Angka itu bukan sekadar statistik.
Di baliknya ada bayangan ribuan desa dan kecamatan yang diharapkan memiliki pusat ekonomi mandiri — tempat warga bisa membeli kebutuhan pokok, mengakses permodalan, dan menjual hasil produksi tanpa harus melewati rantai tengkulak yang panjang.
Seratus Gigawatt Surya: Taruhan Besar Menuju Kedaulatan Energi
Di penghujung pidatonya, Prabowo melempar angka yang mengundang perhatian: 100 gigawatt energi surya dalam tiga tahun.
Sebuah target yang, jika tercapai, akan menjadikan Indonesia salah satu pemain energi terbarukan terbesar di kawasan.
“Kita sudah canangkan akan membangun seratus gigawatt dari tenaga surya dalam tiga tahun ini. Kita padukan ini dengan konversi motor dan mobil, dari motor dan mobil BBM ke motor listrik. Insyaallah kita akan hilangkan ketergantungan kita kepada impor BBM, dan kita akan menghemat devisa kita yang sangat berharga.”
Prabowo menutup dengan nada yang sama seperti ia membuka — bukan dengan angka, melainkan dengan keyakinan.
Ekonomi Pancasila, ujarnya, bukan utopia. Ia adalah peta jalan menuju Indonesia yang berdaulat, adil, dan sejahtera, di mana negara hadir, rakyat dilindungi, dan masa depan dibangun bersama-sama. (A08)










Jadilah yang pertama berkomentar di sini