Info Market CPO
🗓 Update: Rabu, 13 Mei 2026 |18:41 WIB |Volume: 0.5K • 0.5K • 0.2K • 2.6K DMI • DMI • LOCO PARINDU • FOB PALOPO
HARGA CPO (ACC/WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
14975 14918 (AGM) 14907 (PAA) 15100 EUP ACC
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
14975 14918 (AGM) 14907 (PAA) 15100 EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
14535 14399 (MNA) 14400 (PBI) 14750 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 2.6K · FOB PALOPO
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • EUP mendominasi transaksi DMI Persaingan harga masih cukup kompetitif antar bidder Tender LOCO PARINDU berakhir WD Tender FOB PALOPO belum terdapat bidder
👥Sumber: Internal Market CPO
Model
News

Detik-Detik Gelombang Tinggi ‘Telan’ Kapal Wisata Pelatih Klub LaLiga dan Tiga Anaknya di NTT

detik-detik kapal wisata km putri sakinah tenggelam di perairan pulau padar, labuan bajo. pelatih klub laliga meninggal dunia.
Kapal wisata KM Putri Sakinah tenggelam di perairan Pulau Padar, Labuan Bajo. Empat WN Spanyol, termasuk pelatih Valencia Femenino B, meninggal dunia. (Ist)

Sinata.id – Malam wisata yang seharusnya menjadi kenangan indah berubah menjadi tragedi kelam di perairan Pulau Padar, kawasan Taman Nasional Komodo. Sebuah kapal wisata jenis semi pinisi KM Putri Sakinah karam usai diterjang gelombang tinggi pada Jumat (26/12/2025) malam. Empat penumpang meninggal dunia, seluruhnya warga negara Spanyol yang merupakan satu keluarga, termasuk pelatih Klub LaLiga tim Valencia CF Women B, Fernando Martin Carreras, bersama tiga anaknya.

Kepala KSOP Kelas III Labuan Bajo Stephanus Risdiyanto menjelaskan, kapal terbalik setelah dihantam gelombang swell yang datang mendadak dengan ketinggian sekitar 2–3 meter dalam waktu singkat.

Advertisement

Kondisi laut yang berubah cepat itulah yang disebut menyulitkan upaya penyelamatan sejak menit pertama kejadian.

Baca Juga: Takdir Tragis Pelatih Valencia B dan Tiga Anak Fernando Martin di Labuan Bajo

Baca Juga  Pelatih Valencia B Tewas Tenggelam di Labuan Bajo, Sepak Bola Spanyol Berduka

Detik-detik Kapal Karam

Kapal berangkat dari Pulau Komodo menuju Pulau Padar sekitar pukul 20.00 WITA membawa total 11 orang—wisatawan asing, awak kapal, dan seorang pemandu.

Sekitar 30 menit kemudian, mesin dilaporkan bermasalah.

Dalam situasi gelap dan jarak pandang terbatas, gelombang tinggi menghantam lambung kapal hingga kehilangan keseimbangan dan terbalik.

Tujuh orang berhasil diselamatkan—empat awak kapal, satu pemandu, dan dua wisatawan.

Namun empat penumpang lain diduga terjebak di dalam kabin saat kapal tenggelam cepat ke dasar perairan.

Operasi SAR Berkejaran dengan Cuaca

Begitu laporan diterima, Basarnas bersama unsur TNI AL, Polairud, dan potensi maritim setempat menggelar operasi pencarian.

Penyisiran dilakukan di sekitar titik terakhir kapal terlihat, namun cuaca menjadi tantangan utama.

Baca Juga  6 Kecelakaan Kapal Beruntun Terjadi di Papua, Sejumlah Penumpang Masih Hilang di Laut

Gelombang alun, arus kuat, dan hujan lebat berulang kali memaksa tim menyesuaikan strategi.

Pada hari kedua pencarian, tim menemukan serpihan badan kapal dan sejumlah barang dari KM Putri Sakinah beberapa mil laut dari lokasi kejadian.

Meski temuan itu mempersempit area pencarian, kondisi laut yang dinamis tetap memperlambat proses.

Baca Juga: Kisah Myrtle Corbin, Gadis Berkaki Empat yang Nasibnya Lebih Tragis dari Drama

Empat Korban Dinyatakan Meninggal Dunia

Setelah pencarian intensif, keempat penumpang yang sempat hilang dinyatakan meninggal dunia.

Kabar duka ini dikonfirmasi otoritas setempat dan pihak klub.

Valencia CF menyampaikan belasungkawa mendalam dan menggelar hening cipta dalam sesi latihan sebagai bentuk penghormatan.

“Di masa sulit ini, klub menyampaikan dukungan penuh kepada keluarga, sahabat, serta seluruh komunitas Valencia CF,” demikian pernyataan resmi klub, dikutip Minggu (28/12/2025).

Baca Juga  Polda Kepri Bongkar 45 Kasus Narkoba, Ribuan Vape Berbahaya Disita

Kesaksian Penumpang Selamat

Salah satu korban selamat, Enrique Ortuno, ayah mertua Fernando Martín, menuturkan momen mencekam ketika kapal mulai miring.

Ia menyebut sebagian penumpang terlempar ke laut dari bagian kapal yang lebih tinggi, sementara lainnya diduga masih berada di dalam kabin saat kapal terbalik dan tenggelam dengan cepat.

Pelayaran Ditutup Sementara

Pasca-insiden, KSOP menutup sementara pelayaran wisata menuju Pulau Padar dan Pulau Komodo hingga kondisi cuaca dinyatakan aman.

Langkah ini diambil menyusul potensi gelombang swell yang diperkirakan masih dapat terjadi hingga awal Januari.

Nakhoda kapal diimbau memperketat pemantauan prakiraan cuaca dan berlabuh di area terlindung bila kondisi memburuk. [a46]

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini