Info Market CPO
🗓 Update: Selasa, 5 Mei 2026 |14:54 WIB |Volume: 0.5K • 0.3K • 0.2K DMI • LOCO NGABANG • LOCO PARINDU • LOCO KEMBAYAN • LOCO LUWU
HARGA CPO (ACC/WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
15625 15418 15400 - EUP ACC
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
15625 15418 15400 - EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K · LOCO NGABANG
15260 14693 14800 15275 - WD
N6 N4 (N6)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
15100 14693 14800 15275 - WD
N13 N4 (N13)
Vol: 0.3K · LOCO KEMBAYAN
15075 14693 14700 15175 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 0.5K · LOCO LUWU
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • EUP mendominasi pada transaksi DMI
  • Segmen LOCO masih dalam tekanan harga
  • Belum ada transaksi pada beberapa titik lokasi
👥Sumber: Internal Market CPO
Advertisement
Model
Regional

Dari Medan untuk Washington: Kahiyang Ayu Perkenalkan Kekayaan Wastra ke Istri Dubes AS

dari medan untuk washington: kahiyang ayu perkenalkan kekayaan wastra ke istri dubes as
Kahiyang Ayu Perkenalkan Kekayaan Wastra Sumut ke Istri Dubes AS. Dok Sumut

Medan, Sinata.id – Beragam wastra atau kain tradisional khas Sumatera Utara (Sumut) diperkenalkan oleh Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Sumut, Kahiyang Ayu, kepada Dusadee Haymond, istri Duta Besar Amerika Serikat (AS) untuk Indonesia.

Pengenalan ini dilakukan dalam kunjungan kerja ke Galeri Dekranasda Sumut di Jalan Iskandar Muda Nomor 272, Medan, pada Senin (29/9/2025).

Advertisement

Dalam kesempatan itu, Kahiyang tidak hanya memperkenalkan berbagai jenis kain khas seperti Ulos, Songket Deli, dan kain tenun tradisional dari berbagai etnis, tetapi juga menunjukkan proses pembuatan ulos secara homemade.

Ia menegaskan bahwa momen ini merupakan bagian dari upaya Dekranasda Sumut untuk mengangkat kembali kekayaan wastra tradisional daerah serta mendukung para perajin lokal.

Baca Juga  146 Peserta Ikuti Seleksi Paskibraka Tapanuli Tengah 2026

“Kami berharap wastra Sumut tak hanya dikenal di tingkat nasional, tetapi juga menembus pasar internasional. Ketika produk-produk ini dibeli dan dikenakan, itu menjadi promosi budaya yang sangat efektif,” tambah Kahiyang.

Sementara itu, Dusadee Haymond terlihat antusias selama kunjungan. Ia menyaksikan berbagai produk kerajinan tangan khas Sumut yang dijelaskan oleh Kahiyang, mulai dari bahan baku, asal daerah produk, hingga mencoba beberapa produk yang dipamerkan.

Ia bahkan membeli beberapa produk seperti jaket outer bermotif Sadum, tas bermotif Tapanuli Selatan, dan dasi bermotif Melayu sebagai cendera mata untuk suaminya.

“Produk-produk ini sangat luar biasa. Buatan tangan yang indah dan sarat nilai budaya. Namun, penting juga untuk memastikan adanya regenerasi dalam proses produksi tradisional ini,” ujar Dusadee Haymond.

Baca Juga  Bupati Minta Batas Lahan PTPN IV dan Warga Cot Girek Diukur Ulang

Ia juga menyampaikan kesan mendalam dan keinginannya untuk kembali, “Saya sangat menikmati kunjungan ini dan berharap bisa kembali lagi ke Dekranasda Sumut di lain waktu.”

Sebagai tanda persahabatan, Kahiyang Ayu menerima cendera mata berupa dompet dan kain khas Laos dari Dusadee, yang sebelumnya turut mendampingi sang suami saat bertugas di negara tersebut. (A58)

Advertisement

Komentar