Info Market CPO
🗓 Update: Rabu, 13 Mei 2026 |18:41 WIB |Volume: 0.5K • 0.5K • 0.2K • 2.6K DMI • DMI • LOCO PARINDU • FOB PALOPO
HARGA CPO (ACC/WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
14975 14918 (AGM) 14907 (PAA) 15100 EUP ACC
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
14975 14918 (AGM) 14907 (PAA) 15100 EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
14535 14399 (MNA) 14400 (PBI) 14750 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 2.6K · FOB PALOPO
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • EUP mendominasi transaksi DMI Persaingan harga masih cukup kompetitif antar bidder Tender LOCO PARINDU berakhir WD Tender FOB PALOPO belum terdapat bidder
👥Sumber: Internal Market CPO
Model
Nasional

Danantara Cari Dana Segar Rp7 Triliun, Terbitkan Surat Utang dengan Kupon 2%

danantara cari dana segar rp7 triliun, terbitkan surat utang dengan kupon 2%
Ilustrasi. (Ist)

Jakarta, Sinata.id — Perusahaan investasi milik negara, PT Danantara Investment Management, resmi masuk ke pasar utang dengan menerbitkan instrumen pembiayaan bernilai jumbo. Perusahaan tersebut merilis surat utang jangka menengah atau medium term notes (MTN) dengan nilai total mencapai Rp7 triliun.

Langkah ini menjadi strategi perusahaan untuk memperkuat pendanaan sekaligus memperluas fleksibilitas pembiayaan di tengah dinamika pasar keuangan yang terus berubah.

Advertisement

Berdasarkan data PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) yang dikutip Selasa (17/3/2026), instrumen tersebut diterbitkan dalam skema Surat Utang Jangka Panjang (SUJP) II Tahun 2026 Tahap I oleh Danantara Investment Management. Menariknya, penerbitan dilakukan tanpa melalui penawaran umum, melainkan melalui mekanisme private placement kepada investor tertentu.

Baca Juga  Kantor Bupati Pekalongan Digeledah KPK, Ruang Fadia Arafiq Ikut Disegel

Surat utang ini dibagi ke dalam dua seri dengan nilai yang sama besar.

  • Seri A senilai Rp3,5 triliun
  • Seri B senilai Rp3,5 triliun

Kedua seri tersebut menawarkan bunga tetap sebesar 2% per tahun dengan pembayaran kupon dilakukan setiap tahun menggunakan metode perhitungan bunga 30/360.

Seri pertama memiliki tenor lima tahun lebih satu hari dengan jatuh tempo pada 18 Maret 2031. Sementara itu, seri kedua memiliki tenor lebih panjang yakni tujuh tahun, dengan tanggal jatuh tempo 17 Maret 2033.

Penerbitan surat utang ini mencerminkan langkah Danantara dalam memperluas sumber pendanaan di luar pembiayaan konvensional. Skema MTN sering dipilih perusahaan karena memberikan fleksibilitas dalam penentuan struktur pembiayaan serta memungkinkan penggalangan dana besar dalam waktu relatif cepat.

Baca Juga  Mundurnya Dirut BEI dan Pimpinan OJK Tidak Cukup untuk Pulihkan Kepercayaan Investor

Bagi investor, instrumen seperti ini biasanya menawarkan profil risiko yang berbeda dibanding obligasi publik karena penerbitannya bersifat terbatas dan langsung ditujukan kepada investor institusi. [a46]

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini