Info Market CPO
🗓 Update: Jumat, 8 Mei 2026 |15:34 WIB |Volume: 0.5K • 0.2K • 2.6K DMI • LOCO NGABANG • LOCO KEMBAYAN • LOCO PARINDU • FOB PALOPO
HARGA CPO (ACC/WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
15222 15200 (TON) 15131 (AGM) 15275 - WD
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
15222 15100 (IMT/KJA) 15131 (AGM) 15275 KJA ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.5K · LOCO NGABANG
14782 14675 (MNA) 14500 (PBI) 14925 EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.5K · LOCO KEMBAYAN
14772 14525 (MNA) 14400 (PBI) 14825 EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
14782 14600 (MNA) 14500 (PBI) 14925 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 2.6K · FOB PALOPO
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • EUP masih mendominasi pada beberapa titik LOCO
  • Persaingan harga di DMI berlangsung ketat
  • Masih terdapat lokasi tanpa penawaran
👥Sumber: Internal Market CPO
Nasional

Dampak Konflik Timur Tengah, JK Ingatkan Ancaman BBM

dampak konflik timur tengah, jk ingatkan ancaman bbm
Jusuf Kalla ingatkan dampak konflik Timur Tengah

Jakarta, Sinata.id – Mantan Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla, mengingatkan potensi kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) di Indonesia. Peringatan itu disampaikan menyusul memanasnya konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran.

Menurut JK, eskalasi militer di kawasan Timur Tengah berisiko mengguncang stabilitas pasokan energi dunia. Indonesia sebagai negara pengimpor minyak dinilai akan terdampak langsung jika jalur distribusi terganggu.

Advertisement

Ia menilai serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran dapat memicu lonjakan harga minyak global. Jalur impor dari kawasan tersebut terancam tersendat, sehingga berdampak pada ketersediaan BBM di dalam negeri.

Ketegangan meningkat setelah serangan roket mengguncang Teheran. Iran kemudian membalas dengan menyerang sejumlah target di kawasan. Situasi ini memperlihatkan konflik telah memasuki fase yang kian serius.

Baca Juga  Prabowo Tegaskan RI Tak Bayar Iuran USD 1 Miliar ke Board of Peace

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri menyatakan kesiapan Presiden Prabowo Subianto untuk mendorong dialog damai. Langkah diplomasi dinilai penting guna meredam dampak yang lebih luas.

JK memperkirakan harga minyak dunia akan melonjak tajam apabila serangan terus berlanjut. Gangguan akses impor, terutama yang melintasi wilayah Iran, menjadi faktor utama pemicu krisis.

Indonesia selama ini bergantung pada pasokan minyak dari Timur Tengah. Jika suplai terhenti, tekanan terhadap ekonomi nasional disebut tak terhindarkan.

Ia juga memprediksi Iran berpotensi menyerang negara-negara tetangga seperti Kuwait, Qatar, Uni Emirat Arab, dan Arab Saudi. Targetnya adalah pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan tersebut, yang bisa memicu efek domino dalam waktu singkat.

Baca Juga  Iran Siap Kurangi Pengayaan Uranium Jika AS Cabut Seluruh Sanksi Ekonomi

Meski dampaknya tidak langsung terasa dalam hitungan hari, JK memperkirakan dalam sepekan krisis pasokan mulai terlihat. Pemerintah diminta segera menyiapkan langkah antisipatif.

Selain faktor eksternal, JK menyoroti terbatasnya cadangan BBM nasional. Rata-rata stok dalam negeri disebut hanya mampu bertahan sekitar tiga pekan.

Jika konflik berkepanjangan lebih dari satu bulan, risiko kelangkaan dinilai semakin besar. Pasokan dari Arab Saudi, Iran, dan Kuwait diperkirakan ikut terdampak akibat eskalasi.

Alternatif pasokan dari Singapura memang masih terbuka. Namun, kondisi tersebut dinilai belum cukup untuk menjamin stabilitas distribusi.

Ketegangan dipicu serangan Israel ke Iran pada 28 Februari 2026. Pernyataan Presiden AS, Donald Trump, soal operasi tempur besar-besaran semakin memperuncing situasi.

Baca Juga  Macron Dorong Operasi Damai Buka Selat Hormuz, China Ancam Veto di PBB

Serangan roket yang menghantam Teheran, termasuk di sekitar kediaman Ali Khamenei, memperlihatkan intensitas konflik yang meningkat.

Iran kemudian melancarkan serangan balasan ke Israel serta sejumlah titik di Qatar, Uni Emirat Arab, dan Bahrain.
Kabar wafatnya Ali Khamenei pada 1 Maret 2026 memperdalam krisis.

Iran menetapkan masa berkabung nasional, sementara ketegangan kawasan kian sulit diprediksi arahnya. (A58)

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini