Info Market CPO
🗓 Update: Kamis, 7 Mei 2026 |18:20 WIB |Volume: 0.5K • 0.2K • 1K DMI • LOCO PARINDU • LOCO LUWU
HARGA CPO (WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
15222 15200 (IMT) 15220 (AGM) 15350 - WD
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
15222 15200 (IMT) 15220 (AGM) 15350 - WD
N6 N4 (N6)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
14782 14455 (MNA) 14600 (PBI) 15000 - WD
N6 N4 (N6)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
15100 14693 14800 15275 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 1K · LOCO LUWU
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • Harga relatif stabil pada transaksi DMI
  • Selisih harga antar bidder sangat tipis
  • Masih terdapat lokasi tanpa penawaran
👥Sumber: Internal Market CPO
Dunia

Daftar Negara Diizinkan Iran Melintasi Selat Hormuz di Tengah Konflik Global

daftar negara diizinkan iran melintasi selat hormuz di tengah konflik global
Kapal tanker yang melintasi Selat Hormuz. (reuters)

Teheran, Sinata.id — Serangan yang dilancarkan oleh Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari 2026 dilaporkan merusak berbagai fasilitas umum serta menimbulkan korban jiwa dalam jumlah besar.

Sebagai respons, Iran melancarkan serangan balasan ke sejumlah fasilitas militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah dan membatasi lalu lintas pelayaran di Selat Hormuz.

Advertisement

Pembatasan tersebut memicu blokade de facto di jalur vital pengiriman minyak dan gas alam cair dari kawasan Teluk Persia ke pasar global. Dampaknya, ekspor energi terganggu dan harga bahan bakar mengalami kenaikan di berbagai negara.

Sejak awal eskalasi, sekitar 1.900 kapal komersial dilaporkan tertahan di sekitar Selat Hormuz. Banyak kapal yang tidak dapat melanjutkan perjalanan dan terpaksa berlabuh di perairan terbuka akibat meningkatnya ketegangan militer.

Baca Juga  Kecelakaan Pesawat Air Canada di LaGuardia Diduga Akibat Miskomunikasi Fatal

Iran menyatakan bahwa kapal dari negara-negara yang tidak terlibat konflik tetap dapat melintas, selama mematuhi aturan keselamatan dan tidak mendukung agresi terhadap Teheran.

Daftar Negara yang Diizinkan Melintas

Berikut sejumlah negara yang kapalnya diizinkan Iran melintasi Selat Hormuz:

  1. Rusia, China, India, Pakistan, dan Irak

Iran memberikan izin kepada kapal dari negara-negara sahabat seperti Rusia, China, India, Pakistan, dan Irak untuk melintas.

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menyebut negaranya tidak memiliki alasan untuk mengizinkan kapal dari pihak yang dianggap musuh.

  1. Malaysia

Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, menyatakan kapal tanker negaranya mendapat izin melintas. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, atas kebijakan tersebut.

  1. Thailand

Pemerintah Thailand melalui koordinasi diplomatik berhasil memperoleh izin bagi kapal tanker minyaknya. Salah satu kapal dilaporkan telah berhasil melewati Selat Hormuz dengan aman.

Baca Juga  Pemerintah Genjot Program Bioetanol Demi Kemandirian Energi

  1. Bangladesh

Iran juga mengizinkan kapal tanker yang menuju Bangladesh untuk melintas. Meski belum ada komunikasi resmi secara spesifik, kapal Bangladesh disebut tidak dikenai pembatasan.

  1. Indonesia

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI memastikan bahwa Iran merespons positif permintaan agar kapal tanker milik Pertamina dapat melintas dengan aman.

Juru Bicara Kemlu RI, Vahd Nabyl A. Mulachela, menyatakan koordinasi intensif terus dilakukan bersama KBRI Teheran dan pihak terkait.

Meski demikian, pelintasan masih menunggu kesiapan teknis, termasuk aspek asuransi dan operasional kapal.

  1. Jepang

Iran juga menyatakan kesiapan untuk memfasilitasi pelayaran kapal Jepang. Negosiasi antara kedua negara masih berlangsung untuk memastikan keamanan jalur pelayaran.

Baca Juga  Rusia Minta AS Tak Bermain Api Lawan Iran

Blokade Selektif dan Dampak Global

Iran menegaskan bahwa Selat Hormuz tidak sepenuhnya ditutup, tetapi memberlakukan pembatasan selektif terhadap kapal dari negara yang terlibat dalam konflik.

Kebijakan ini berdampak signifikan terhadap rantai pasok energi global, mengingat Selat Hormuz merupakan jalur strategis bagi sekitar seperlima distribusi minyak dan gas dunia.

Di sisi lain, beberapa negara seperti China, India, dan Malaysia telah mendapatkan jaminan keamanan, sementara sejumlah negara Eropa masih menghadapi pembatasan akses.

Status Kapal Indonesia

Terkait armada Indonesia, pemerintah memastikan adanya perkembangan positif. Namun, proses pelayaran masih menunggu penyelesaian aspek teknis dan jaminan keamanan.

Kemlu RI menegaskan akan terus melakukan koordinasi guna memastikan keselamatan dan kelancaran pelayaran kapal Indonesia di kawasan tersebut. (A02)

 

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini