Jakarta, Sinata.id – Dunia digital diguncang gangguan besar-besaran yang melumpuhkan asisten kecerdasan buatan terkemuka, ChatGPT (OpenAI). Claude (Anthropic) AI juga sempat mengalami hal yang sama secara hampir bersamaan. Kejadian langka ini memicu gelombang keluhan pengguna global dan mengganggu aktivitas jutaan orang yang bergantung pada layanan tersebut.
Insiden teknis masif mulai terpantau Rabu siang (4/2/2026) hingga hari ini, kamis (5/2/2026). Situs pemantau Downdetector mencatat lonjakan laporan gangguan untuk ChatGPT melampaui 20.000 laporan. Media sosial juga dibanjiri keluhan pengguna yang mengalami error atau layanan yang sama sekali tidak merespons.
OpenAI sebagai pengembang ChatGPT langsung mengonfirmasi gangguan tersebut. Dalam pernyataan resminya, perusahaan mengakui adanya “tingkat kesalahan yang sangat tinggi” yang berdampak baik pada pengguna antarmuka reguler maupun para pengembang yang memanfaatkan API mereka.
Proses pemulihan intensif akhirnya membuahkan hasil. OpenAI melaporkan bahwa layanan inti ChatGPT dinyatakan stabil dan pulih sepenuhnya pukul 17.14 waktu setempat.
Meski begitu, perusahaan menyisakan peringatan status aktif untuk komponen fine-tuning pada API-nya, menandakan pemulihan total ekosistem pengembang masih berlangsung. “Tim kami terus memantau dan menerapkan mitigasi berkelanjutan untuk memastikan pemulihan penuh,” demikian bunyi pernyataan OpenAI.
Uniknya, gangguan serupa nyaris bersamaan menimpa Claude, chatbot saingan berat ChatGPT dari Anthropic. Pengguna melaporkan kegagalan respons yang identik di seluruh model API Claude. Merespons hal ini, Anthropic bergerak cepat. Layanan mereka dilaporkan kembali normal lebih awal, yaitu sekitar pukul 13.00 waktu setempat.
“Ketika kegagalan bersifat global dan sistemik, tim teknis biasanya telah menyadari dan sedang menanganinya. Pelaporan masif dari pengguna seringkali tidak mempercepat proses perbaikan infrastruktur dasar,” jelas seorang praktisi teknologi yang enggan disebut namanya, mengomentari respons standar terhadap insiden semacam ini.
Insiden ini menyoroti kerapuhan ekosistem AI modern yang telah menjadi tulang punggung produktivitas di berbagai sektor. Gangguan simultan pada dua platform besar memicu diskusi mengenai ketergantungan berlebihan pada sedikit penyedia layanan dan pentingnya strategi cadangan.
Bagi pengguna dan pengembang yang terdampak, pakar menyarankan untuk selalu memantau halaman status resmi penyedia layanan, menerapkan mekanisme exponential backoff pada kode API, serta memverifikasi kuota penggunaan sebelum menyimpulkan terjadi gangguan sistem skala luas. [a46]









Jadilah yang pertama berkomentar di sini