Simalungun, Sinata.id – Menjelang masa tanam padi, ancaman serangan hama tikus kembali menjadi perhatian serius di kalangan petani. Untuk mengantisipasi hal tersebut, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Simalungun, Jenri Saragih, mengimbau para petani agar melakukan perburuan tikus sejak dini guna mencegah potensi gagal panen.
Imbauan tersebut disampaikan berdasarkan pengalaman sebelumnya, di mana serangan hama tikus menyebabkan kerugian bagi petani di sejumlah wilayah, termasuk di Silau Malela.
“Belajar dari pengalaman gagal panen yang ada di Silau Malela, para petani sebaiknya melakukan perburuan tikus,” ucapnya, Selasa (14/4/2026) di Kantor Dinas Pertanian Kabupaten Simalungun.
Menurut Jenri, perburuan hama yang dilakukan secara rutin dapat membantu meningkatkan kualitas dan hasil panen para petani. Ia menegaskan bahwa pengendalian hama harus dilakukan secara bersama dan berkelanjutan.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa pemerintah telah menyediakan berbagai sarana pendukung untuk membantu petani dalam mengatasi hama, termasuk alat dan obat-obatan.
“Kita menyediakan alat dan obat-obatan (Racun) dalam mengatasi hama tikus dan lainnya,” terangnya.
Meski demikian, Jenri mengingatkan agar petani tidak hanya bergantung pada pemerintah, melainkan turut aktif turun langsung ke lapangan untuk melakukan pengendalian hama.
Ia juga menekankan bahwa kesadaran dan partisipasi petani sangat diperlukan, meskipun saat ini tidak ada lagi insentif atau bayaran khusus untuk kegiatan perburuan tikus.
Dengan langkah antisipatif tersebut, diharapkan para petani dapat meminimalisir serangan hama serta meningkatkan produktivitas hasil pertanian di Kabupaten Simalungun. (SN19)










Jadilah yang pertama berkomentar di sini