Info Market CPO
🗓 Update: Selasa, 5 Mei 2026 |14:54 WIB |Volume: 0.5K • 0.3K • 0.2K DMI • LOCO NGABANG • LOCO PARINDU • LOCO KEMBAYAN • LOCO LUWU
HARGA CPO (ACC/WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
15625 15418 15400 - EUP ACC
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
15625 15418 15400 - EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K · LOCO NGABANG
15260 14693 14800 15275 - WD
N6 N4 (N6)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
15100 14693 14800 15275 - WD
N13 N4 (N13)
Vol: 0.3K · LOCO KEMBAYAN
15075 14693 14700 15175 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 0.5K · LOCO LUWU
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • EUP mendominasi pada transaksi DMI
  • Segmen LOCO masih dalam tekanan harga
  • Belum ada transaksi pada beberapa titik lokasi
👥Sumber: Internal Market CPO
Advertisement
Model
Pematangsiantar

Capacity Building Media BI Pematangsiantar Dikritik, Pengamat Soroti Pemborosan Anggaran

capacity building media bi pematangsiantar dikritik, pengamat soroti pemborosan anggaran
Kantor Bank Indonesia Perwakilan Pematangsiantar. (sinata)

Pematangsiantar, Sinata.id – Kegiatan Capacity Building Media yang diselenggarakan Bank Indonesia (BI) Kantor Perwakilan Pematangsiantar menuai kritik dari kalangan pengamat ekonomi.

Pengamat ekonomi, Tumpal Manahara Siahaan, menilai kegiatan tersebut seharusnya dilaksanakan di Kota Pematangsiantar, bukan di luar daerah, guna mendukung kebijakan efisiensi anggaran pemerintah.

Advertisement

Menurutnya, pelaksanaan kegiatan di luar kota berpotensi menimbulkan pemborosan, terutama dari sisi biaya perjalanan dinas, akomodasi, dan konsumsi.

“Berdasarkan Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2025 tentang efisiensi anggaran, serta adanya kebijakan Work From Home (WFH) yang diberlakukan pemerintah pada April 2026, seharusnya kegiatan seperti ini cukup dilaksanakan di dalam kota,” ujarnya, Selasa (21/4/2026).

Ia menambahkan, apabila anggaran kegiatan tersebut telah dialokasikan, sebaiknya dana tersebut dimanfaatkan untuk program yang lebih berdampak langsung terhadap masyarakat, khususnya dalam peningkatan ekonomi.

Baca Juga  Kepala BI Siantar Disorot! Aliansi Layangkan Surat Dugaan Penyalahgunaan Wewenang

“Jika anggaran sudah tersedia, akan lebih baik diarahkan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan dukungan ekonomi,” katanya.

Selain itu, Tumpal yang juga merupakan dosen di Universitas HKBP Nommensen Pematangsiantar menilai masih terdapat kelemahan dalam implementasi program pemberdayaan ekonomi di daerah.

Ia menyoroti pentingnya pendampingan yang konkret bagi pelaku usaha, bukan sekadar pendekatan teoritis.

“Di lapangan masih banyak yang berjalan tanpa konsep yang jelas. Pendampingan bagi pelaku usaha seharusnya lebih terarah dan berkelanjutan,” ucapnya.

Di sisi lain, informasi yang dihimpun menyebutkan bahwa tidak seluruh peserta kegiatan tersebut merupakan jurnalis aktif. Sejumlah peserta diketahui telah beralih profesi dan saat ini aktif sebagai tenaga ahli di instansi Pemerintah Kota Pematangsiantar, bahkan ada yang bertugas sebagai tenaga ahli di DPRD setempat.

Baca Juga  Imbauan Ephorus HKBP: Jemaat Rayakan Natal dengan Sederhana

Sementara itu, saat dikonfirmasi, Kepala Kantor Perwakilan BI Pematangsiantar, Ahmadi Rahman, belum memberikan keterangan rinci terkait kegiatan tersebut.

“Selamat malam, Pak. Mohon maaf, saya sedang berduka. Silakan menghubungi bagian humas kami, Pak Nanda. Terima kasih,” ujarnya melalui pesan singkat. (SN14)

 

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini