Pematangsiantar, Sinata.id – Kegiatan Capacity Building Media yang diselenggarakan Bank Indonesia (BI) Kantor Perwakilan Pematangsiantar menuai kritik dari kalangan pengamat ekonomi.
Pengamat ekonomi, Tumpal Manahara Siahaan, menilai kegiatan tersebut seharusnya dilaksanakan di Kota Pematangsiantar, bukan di luar daerah, guna mendukung kebijakan efisiensi anggaran pemerintah.
Menurutnya, pelaksanaan kegiatan di luar kota berpotensi menimbulkan pemborosan, terutama dari sisi biaya perjalanan dinas, akomodasi, dan konsumsi.
“Berdasarkan Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2025 tentang efisiensi anggaran, serta adanya kebijakan Work From Home (WFH) yang diberlakukan pemerintah pada April 2026, seharusnya kegiatan seperti ini cukup dilaksanakan di dalam kota,” ujarnya, Selasa (21/4/2026).
Ia menambahkan, apabila anggaran kegiatan tersebut telah dialokasikan, sebaiknya dana tersebut dimanfaatkan untuk program yang lebih berdampak langsung terhadap masyarakat, khususnya dalam peningkatan ekonomi.
“Jika anggaran sudah tersedia, akan lebih baik diarahkan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan dukungan ekonomi,” katanya.
Selain itu, Tumpal yang juga merupakan dosen di Universitas HKBP Nommensen Pematangsiantar menilai masih terdapat kelemahan dalam implementasi program pemberdayaan ekonomi di daerah.
Ia menyoroti pentingnya pendampingan yang konkret bagi pelaku usaha, bukan sekadar pendekatan teoritis.
“Di lapangan masih banyak yang berjalan tanpa konsep yang jelas. Pendampingan bagi pelaku usaha seharusnya lebih terarah dan berkelanjutan,” ucapnya.
Di sisi lain, informasi yang dihimpun menyebutkan bahwa tidak seluruh peserta kegiatan tersebut merupakan jurnalis aktif. Sejumlah peserta diketahui telah beralih profesi dan saat ini aktif sebagai tenaga ahli di instansi Pemerintah Kota Pematangsiantar, bahkan ada yang bertugas sebagai tenaga ahli di DPRD setempat.
Sementara itu, saat dikonfirmasi, Kepala Kantor Perwakilan BI Pematangsiantar, Ahmadi Rahman, belum memberikan keterangan rinci terkait kegiatan tersebut.
“Selamat malam, Pak. Mohon maaf, saya sedang berduka. Silakan menghubungi bagian humas kami, Pak Nanda. Terima kasih,” ujarnya melalui pesan singkat. (SN14)









Jadilah yang pertama berkomentar di sini