Pematangsiantar, Sinata.id – Lewat Sosialisasi Benda Wakaf dan Wakaf Masyarakat, ummat muslim diharapkan mampu menggali setiap potensi ekonomi. Sehingga perwakafan dapat berlangsung sebagaimana yang diharapkan.
Demikian dikatakan Ketua Badan Wakaf Indonesia (BWI) Perwakilan Kota Pematangsiantar, Syarifuddin SHI CWC pada kegiatan Sosialisasi Harta Benda Wakaf dan Wakaf Masyarakat.
Sosialisasi digelar di Aula Kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Pematangsiantar, Jalan Kartini, Kota Pematangsiantar, Senin 29 Desember 2025.
“Soal perwakafan selama ini masih terkendala soal administrasi. Padahal, setiap potensi ekonomi harus digali dan dimanfaatkan agar memberi manfaat,” sebut Syarifuddin SHI CWC.
Sosialisasi Benda Wakaf dan Wakaf Masyarakat mengusung tema, “Sinkronisasi Proses Perwakafan”.
Katanya, sebagai sumber ekonomi, salah satu yang dapat dimanfaatkan, seperti lahan wakaf pekuburan yang masih kosong.
Hal itu sesuai UU Nomor 41 Tahun 2004 tentang wakaf dan Peraturan Pemerintah Nomor 42 Tahun 2006, serta program BWI, MUI dan Kemenag Pematangsiantar tahun 2025.
Ketua Panitia, H Suhartono melaporkan, sosialisasi diikuti sebanyak 32 orang peserta, berasal dari nazir tanah wakaf, nazir masjid, lembaga pendidikan, penyuluh agama dan Kepala Kantor Urusan Agama Kecamatan.
“Tujuan sosialisasi untuk memberi pemahaman kepada masyarakat dan pengelola maupun pengurus tentang harta benda tidak bergerak dan wakaf melalui kerjasama yang baik antara BWI dengan KUA Kecamatan dan Badan Pertanahan Nasional (BPN),” ujar H Suhartono.
Sementara, Ketua MUI Pematangsiantar, Drs H M Ali Lubis mengatakan, MUI sangat mendukung kegiatan BWI Pematangsiantar, karena berkaitan dengan kepentingan umat.
“Sedekah dan wakaf dapat menghentikan musibah karena musibah terjadi karena kerusakan yang dilakukan manusia. Untuk itu, perlu bertobat bahkan bertobat secara nasional,” ucap Drs H M Ali Lubis.
Sedangkan mewakili wali kota, Asisten Prekonomian dan Administrasi Pembangunan Zainal Siahaan, membuka sosialisasi. Ia berharap peserta dapat memahami materi yang disampaikan nara sumber.
Kemudian, Zainal juga mengajak masyarakat untuk mewakafkan harta benda. Sedangkan BWI diharapkan dalam mengelola wakaf dapat bertindak akuntabel dan transparan.
“Saat kepercayaan masyarakat sebagai donasi semakin tinggi kepada BWI, tentu semakin rela harta benda mereka dikelola BWI. Untuk itu, ke depannya BWI harus semakin berkembang,” sebut Zainal Siahaan.
Usai acara pembukaan, panitia sosialisasi menampilkan Ketua BWI Pematangsiantar, Syarifuddin SHI CWC , dan Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Pematangsiantar Dr Al Ahyu MA sebagai nara sumber. (*)










Jadilah yang pertama berkomentar di sini