BNPB mencatat sebanyak 5.078 kepala keluarga terdampak dan ribuan rumah terendam.
Selain itu, lima rumah rusak berat, 13 jembatan gantung putus, dan satu akses jalan terendam banjir.
Selain banjir, kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Riau juga masih menjadi perhatian utama.
Hingga Rabu (20/5/2026), luas lahan terbakar tercatat mencapai 3.474,74 hektare. Penanganan dilakukan melalui operasi udara dan darat yang melibatkan BNPB, BPBD, TNI, Polri, hingga Manggala Agni.
BNPB juga melaporkan banjir di Kabupaten Luwu Utara dan bencana banjir serta longsor di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, masih berada dalam status tanggap darurat.
Sementara itu, aktivitas Gunung Lewotobi Laki-laki di Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, terus dipantau akibat aktivitas erupsi yang masih berlangsung.
Mengacu pada prakiraan cuaca BMKG, BNPB mengingatkan sejumlah wilayah Indonesia masih berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang.
Di sisi lain, beberapa daerah mulai memasuki musim kemarau yang meningkatkan risiko kekeringan dan kebakaran hutan serta lahan.
BNPB mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi basah maupun kering, termasuk banjir, tanah longsor, cuaca ekstrem, kekeringan, hingga karhutla. (A08)










Jadilah yang pertama berkomentar di sini