Info Market CPO
🗓 Update: Kamis, 04 Juni 2026 |17:08 WIB |Volume: 0.5K • 0.5K • 0.5K • 0.5K • 0.5K • 0.5K DMI • BLW • FOB TDUKU • FRC TBAYUR • FRC PLMBG • LOCO LUWU
HARGA CPO (ACC/WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
MERANTI7 N4 (MERANTI7)
Vol: 0.5K · DMI
15025 (AGM) 15010 (IBP) 14921 (EUP) 15075 AGM ACC
N4 N4 (N4)
Vol: 0.5K · BLW
15025 (ARM) 15010 (MM) 14951 (EOP) 15075 ARM ACC
N6 N4 (N6)
Vol: 0.5K · FOB TDUKU
14825 (AGM) 14785 (MM) 14736 (PRISCOLIN) 14875 AGM ACC
N6 N4 (N6)
Vol: 0.5K · FRC TBAYUR
14880 (WIRA) 14759 (WNI) 8000 (PRCW) 14945 WIRA ACC
N7 N4 (N7)
Vol: 0.5K · FRC PLMBG
14875 (AGM) 14860 (MM) 14771 (PRISCOLIN) 14925 AGM ACC
N14 N4 (N14)
Vol: 0.5K · LOCO LUWU
- - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • Tender PTPN didominasi transaksi ACC dengan persaingan harga yang cukup ketat antar bidder. AGM memenangkan tender DMI, FOB TDUKU, dan FRC PLMBG, sementara ARM unggul di BLW dan WIRA memenangkan tender FRC TBAYUR. Tender LOCO LUWU belum terdapat bidder.
👥Sumber: Internal Market CPO
Model
Nasional

BNPB Catat Banjir hingga Karhutla Warnai Bencana Nasional 21 Mei 2026

bnpb
BNPB. (Foto: Ist)

BNPB mencatat sebanyak 5.078 kepala keluarga terdampak dan ribuan rumah terendam.

Selain itu, lima rumah rusak berat, 13 jembatan gantung putus, dan satu akses jalan terendam banjir.

Advertisement

Selain banjir, kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Riau juga masih menjadi perhatian utama.

Hingga Rabu (20/5/2026), luas lahan terbakar tercatat mencapai 3.474,74 hektare. Penanganan dilakukan melalui operasi udara dan darat yang melibatkan BNPB, BPBD, TNI, Polri, hingga Manggala Agni.

BNPB juga melaporkan banjir di Kabupaten Luwu Utara dan bencana banjir serta longsor di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, masih berada dalam status tanggap darurat.

Sementara itu, aktivitas Gunung Lewotobi Laki-laki di Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, terus dipantau akibat aktivitas erupsi yang masih berlangsung.

Mengacu pada prakiraan cuaca BMKG, BNPB mengingatkan sejumlah wilayah Indonesia masih berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang.

Di sisi lain, beberapa daerah mulai memasuki musim kemarau yang meningkatkan risiko kekeringan dan kebakaran hutan serta lahan.

BNPB mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi basah maupun kering, termasuk banjir, tanah longsor, cuaca ekstrem, kekeringan, hingga karhutla. (A08)

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini