JAKARTA, Sinata.id – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan sejumlah kejadian bencana yang terjadi di berbagai wilayah Indonesia dalam periode 5 hingga 6 Juni 2026.
Banjir akibat hujan deras masih mendominasi sejumlah daerah, sementara kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai meningkat seiring masuknya musim kemarau di beberapa wilayah.
Di Kota Medan, Sumatera Utara, hujan dengan intensitas tinggi menyebabkan banjir yang berdampak pada 2.183 kepala keluarga atau 6.860 jiwa.
Sebanyak 1.992 rumah dilaporkan terdampak di sejumlah kecamatan, antara lain Medan Johor, Medan Selayang, Medan Maimun, dan Medan Labuhan.
Tim BPBD Kota Medan bersama unsur terkait telah melakukan asesmen, pemantauan, dan penanganan darurat.
Hingga Sabtu (6/6/2026), kondisi banjir dilaporkan mulai surut dan warga mulai membersihkan lingkungan yang terdampak.
Selain banjir, cuaca ekstrem berupa hujan deras dan angin kencang juga melanda Kecamatan Medan Denai. Sebanyak 13 kepala keluarga atau 47 jiwa terdampak, dengan 13 rumah mengalami kerusakan.
Masih di Sumatera Utara, cuaca ekstrem turut menerjang Kabupaten Serdang Bedagai.
Hujan lebat disertai petir dan angin kencang menyebabkan 20 rumah mengalami rusak berat dan berdampak pada 20 kepala keluarga di sejumlah desa di Kecamatan Perbaungan dan Sei Rampah.
Sementara itu, di Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah, banjir merendam sejumlah desa di Kecamatan Bukal. Sebanyak 208 kepala keluarga atau 708 jiwa terdampak, sementara sedikitnya 148 rumah terendam dan masih dalam proses pendataan.
BPBD Kabupaten Buol melaporkan kondisi banjir mulai berangsur surut.
Namun, genangan masih ditemukan di sejumlah rumah dan warga bersama petugas masih melakukan pembersihan lingkungan.
Di sisi lain, ancaman kebakaran hutan dan lahan mulai meningkat.
Di Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, karhutla yang terjadi di Desa Sumare, Kecamatan Simboro, menghanguskan sekitar enam hektare lahan.
Tim gabungan BPBD dan pemadam kebakaran telah berhasil mengendalikan api dan melakukan pendinginan.
Karhutla juga masih menjadi perhatian serius di Provinsi Riau. BNPB mencatat total luas lahan terbakar sejak Januari 2026 telah mencapai 15.048,83 hektare.
Pemerintah Provinsi Riau saat ini masih menetapkan status siaga darurat karhutla hingga 30 November 2026.
Pada perkembangan terbaru, terdapat tambahan sekitar 1,2 hektare lahan yang terbakar dan masih dalam proses penanganan oleh tim gabungan.










Jadilah yang pertama berkomentar di sini