Info Market CPO
πŸ—“ Update: Selasa, 5 Mei 2026 |14:54 WIB |Volume: 0.5K β€’ 0.3K β€’ 0.2K β€’DMI β€’ LOCO NGABANG β€’ LOCO PARINDU β€’ LOCO KEMBAYAN β€’ LOCO LUWU
HARGA CPO (ACC/WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K Β· DMI
15625 15418 15400 - EUP ACC
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K Β· DMI
15625 15418 15400 - EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K Β· LOCO NGABANG
15260 14693 14800 15275 - WD
N6 N4 (N6)
Vol: 0.2K Β· LOCO PARINDU
15100 14693 14800 15275 - WD
N13 N4 (N13)
Vol: 0.3K Β· LOCO KEMBAYAN
15075 14693 14700 15175 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 0.5K Β· LOCO LUWU
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • EUP mendominasi pada transaksi DMI
  • Segmen LOCO masih dalam tekanan harga
  • Belum ada transaksi pada beberapa titik lokasi
πŸ‘₯Sumber: Internal Market CPO
Advertisement
Model
Nasional

BMKG: Hujan Lebat Berpotensi Terjadi di Seluruh Wilayah Indonesia Hingga 2 April

ilustrasi hujan
Ilustrasi hujan. (Foto: pixabay)

Jakarta, Sinata.id – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) merilis prakiraan cuaca dalam dua hari ke depan.

Dalam keterangan tertulis pada Selasa (31/3/2026), BMKG menyebut hujan lebat hingga sangat lebat masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah Indonesia hingga 2 April 2026.Β 

Advertisement

Kondisi cuaca tersebut dapat memicu kejadian bencana hidrometeorologi basah seperti banjir, tanah longsor, termasuk dampak dari fenomena cuaca ekstrem.

Wilayah yang diperkirakan berpotensi mengalami hujan lebat hingga sangat lebat meliputi Sumatra Barat, Bengkulu, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, dan Papua.

Sementara di Jawa Tengah sendiri, kabupaten/kota yang diperkirakan mengalami hujan lebat hingga sangat lebat pada tanggal 1 April 2026 adalah Kabupaten Tegal, Pemalang, Kudus, Cilacap, Banyumas, Purbalingga, Banjarnegara, Wonosobo, Temanggung, Boyolali, Karanganyar, Kebumen, Purworejo, Kabupaten Magelang, serta Kota Magelang.

Di sisi lain disebutkan beberapa wilayah di Indonesia, saat ini justru mulai memasuki masa pancaroba atau peralihan musim dari hujan ke musim kemarau.Β 

BMKG memprediksi, awal musim kemarau tahun ini akan terjadi mulai April hingga Juni di berbagai wilayah.Β 

Pancaroba ditandai dengan perubahan cuaca yang signifikan dan cepat seperti hujan yang tiba-tiba, angin kencang, hingga suhu udara yang terasa lebih panas.

Menyikapi rangkaian bencana dan prakiraan cuaca tersebut, BNPB mengimbau masyarakat dan pemerintah daerah untuk terus meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan terhadap berbagai potensi ancaman bencana, khususnya bahaya hidrometeorologi basah pada masa pancaroba.Β 

β€œApabila terjadi hujan dengan intensitas tinggi dan durasi lama, masyarakat diimbau untuk melakukan evakuasi mandiri dan mengetahui jalur evakuasi yang aman. Masyarakat diimbau menjauhi pohon atau struktur yang berpotensi roboh atau tumbang, seperti papan reklame dan bangunan rapuh, β€œ kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dalam keterangan tertulisnya. [tm]

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini