Oleh: Pdt Dr Gilbert Lumoindong, M.Th
Jakarta – Pesan tentang pentingnya kesatuan dalam kasih kembali ditegaskan melalui perenungan firman Tuhan dari Kolose 2:1–5. Ayat tersebut mengingatkan bahwa kesatuan sejati tidak lahir dari kesamaan latar belakang atau kepentingan, melainkan dari kasih yang tulus dan sikap hati yang berpusat kepada Kristus.
Dalam suratnya kepada jemaat di Kolose, Rasul Paulus menekankan bahwa kasih merupakan fondasi yang mengikat setiap orang percaya. Ketika kasih menjadi dasar hubungan, maka kesatuan tidak hanya menjadi slogan, melainkan nyata dalam sikap saling mendukung, menguatkan, dan berjalan bersama dalam iman.
Kesatuan yang dibangun di atas kasih juga membawa orang percaya semakin mengenal Kristus. Paulus menggambarkan Kristus sebagai rahasia Allah yang mempersatukan, sehingga kehidupan bersama dalam iman tidak sekadar hubungan sosial, tetapi perjalanan rohani yang saling meneguhkan.
Namun, kesatuan tidak selalu mudah diwujudkan. Ada sejumlah sikap yang dapat menjadi penghambat, di antaranya kesombongan dan keegoisan, pikiran yang sempit, serta ketidaksiapan menerima orang lain apa adanya. Sikap-sikap tersebut dapat memicu perpecahan dan mengikis semangat kebersamaan dalam komunitas iman.
Sebaliknya, firman Tuhan mengingatkan bahwa setiap orang diciptakan secara unik dan berbeda-beda. Perbedaan tersebut bukan untuk dipertentangkan, melainkan untuk disatukan dalam tujuan yang sama, yaitu memuliakan nama Tuhan. Kesadaran ini menjadi dasar penting dalam membangun hubungan yang sehat, baik di lingkungan keluarga, gereja, maupun masyarakat luas.
Pesan kesatuan dalam kasih memiliki relevansi yang kuat bagi masyarakat Indonesia yang hidup dalam keberagaman. Nilai saling menghargai, menerima perbedaan, dan membangun kebersamaan menjadi kunci dalam menjaga harmoni sosial di tengah berbagai tantangan zaman.
Pada akhirnya, kesatuan yang lahir dari kasih bukan hanya memperkuat hubungan antar manusia, tetapi juga menjadi kesaksian nyata tentang kehadiran Kristus dalam kehidupan sehari-hari, sehingga setiap orang dipanggil untuk merawat kasih dan menjaga persatuan di mana pun berada. (A27)










Jadilah yang pertama berkomentar di sini