Info Market CPO
🗓 Update: Jumat, 8 Mei 2026 |15:34 WIB |Volume: 0.5K • 0.2K • 2.6K DMI • LOCO NGABANG • LOCO KEMBAYAN • LOCO PARINDU • FOB PALOPO
HARGA CPO (ACC/WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
15222 15200 (TON) 15131 (AGM) 15275 - WD
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
15222 15100 (IMT/KJA) 15131 (AGM) 15275 KJA ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.5K · LOCO NGABANG
14782 14675 (MNA) 14500 (PBI) 14925 EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.5K · LOCO KEMBAYAN
14772 14525 (MNA) 14400 (PBI) 14825 EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
14782 14600 (MNA) 14500 (PBI) 14925 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 2.6K · FOB PALOPO
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • EUP masih mendominasi pada beberapa titik LOCO
  • Persaingan harga di DMI berlangsung ketat
  • Masih terdapat lokasi tanpa penawaran
👥Sumber: Internal Market CPO
Model
Regional

Banjir Sumut, 290 Warga Meninggal, Tapanuli Tengah Paling Parah

banjir sumut, 290 warga meninggal, tapanuli tengah paling parah
Banjir di Sumut membuat ratusan warga meninggal dunia.

Medan, Sinata.id– Data BPBD Sumatera Utara mencatat dampak bencana banjir hingga tanah longsor di Sumut kian mengkhawatirkan. Hingga Selasa (2/12) dilaporkan dari total 1.669.996 jiwa telah yang terdampak di 17 kabupaten/kota, terdapat 290 orang meninggal dunia dan 154 lainnya masih hilang.

“Data terbaru 290 orang meninggal dunia, sebanyak 538.792 warga mengalami luka-luka, sementara 135.267 orang terpaksa mengungsi ke pos-pos darurat yang tersebar di berbagai wilayah,” kata Kabid Penanganan Darurat, Peralatan, dan Logistik BPBD Sumut, Sri Wahyuni Pancasilawati.

Advertisement

Sri menyebutkan Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) tercatat menjadi wilayah dengan dampak paling parah. Ada 296.454 orang terdampak, 7.382 jiwa mengungsi, korban meninggal dunia mencapai 86 orang, dan 85 orang masih dalam pencarian.

Baca Juga  Festival Budaya Oang-Oang 2025, Disparbud Adakan Lomba Aksara dan Lagu Pakpak

“Disusul oleh Tapanuli Selatan yang mencatat 279.974 orang terdampak, 5.366 korban mengungsi, luka luka 49 orang, 79 orang meninggal dunia dan 38 hilang,” jelasnya.

Sementara itu, Kota Sibolga yang bersebelahan dengan Tapteng dan ikut dilanda banjir serta longsor besar tercatat 91.747 orang yang terdampak, 17,824 orang mengungsi, 45 orang luka luka, 47 meninggal dunia dan 12 orang masih hilang.

“Kemudian Tapanuli Utara tercatat 15.765 orang terdampak banjir dan longsor, 3.600 orang pengungsi, luka luka 3 orang, meninggal 32 orang dan 17 orang hilang. Di Kabupaten Langkat tercatat 502.440 orang terdampak banjir bandang, 490.108 orang mengungsi, dan meninggal dunia 11 orang,” jelasnya.

Baca Juga  150 Pedagang Pasar di Medan Dibekali Pelatihan Jualan Online

Di wilayah pegunungan, seperti Humbang Hasundutan, banjir bandang menyebabkan 6.580 orang terdampak, 2.200 orang mengunjungi 8 orang tewas, sementara 2 warga masih hilang, luka luka 9 orang. Di Deliserdang tercatat 235.181 orang terdampak banjir, 3.264 orang mengungsi, dan meninggal dunia 16 orang.

“Beberapa daerah lainnya seperti Medan, Binjai, Langkat, Asahan, Batubara, Serdangbedagai, Tebingtinggi, Nias, Mandailing Natal, Pak Pak Bharat, Padangsidimpuan juga terdampak bencana banjir dan longsor,” jelasnya. (A1)

 

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini