Info Market CPO
🗓 Update: Kamis, 7 Mei 2026 |18:20 WIB |Volume: 0.5K • 0.2K • 1K DMI • LOCO PARINDU • LOCO LUWU
HARGA CPO (WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
15222 15200 (IMT) 15220 (AGM) 15350 - WD
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
15222 15200 (IMT) 15220 (AGM) 15350 - WD
N6 N4 (N6)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
14782 14455 (MNA) 14600 (PBI) 15000 - WD
N6 N4 (N6)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
15100 14693 14800 15275 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 1K · LOCO LUWU
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • Harga relatif stabil pada transaksi DMI
  • Selisih harga antar bidder sangat tipis
  • Masih terdapat lokasi tanpa penawaran
👥Sumber: Internal Market CPO
Advertisement
Model
Simalungun

Banjir Berulang di Perumnas Batu Enam, Warga Simalungun Keluhkan Laporan Tak Pernah Direspons

banjir berulang di perumnas batu enam, warga simalungun keluhkan laporan tak pernah direspons
Ruangan Bidang Sumber Daya Air Dinas PUTR Simalungun dan banjir di Jalan Akasia Raya, Perumnas Batu Enam. (sinata)

Simalungun, Sinata.id – Hujan deras disertai angin kencang yang terjadi pada Senin (20/4/2026) sore menyebabkan banjir di sejumlah wilayah di Kabupaten Simalungun.

Salah satu titik terdampak berada di Jalan Akasia Raya, Perumnas Batu Enam, Kecamatan Siantar, yang sempat membuat arus kendaraan terhenti akibat genangan air meluap.

Advertisement

Berdasarkan pantauan di lokasi, kondisi drainase diduga menjadi penyebab utama banjir. Saluran drainase di sisi kiri jalan berukuran besar, namun tidak mampu menampung debit air. Sementara itu, drainase di sisi kanan jalan hanya berukuran kecil dan tertutup tanah, sehingga tidak berfungsi secara optimal.

Selain itu, sebagian saluran di sisi kiri juga tertutup oleh akses jalan yang dibuat warga menuju rumah, yang diduga turut menghambat aliran air ke drainase.

Baca Juga  Temui Warga Sihaporas, Bane Desak Pemerintah Selesaikan Konflik Lahan TPL

Seorang warga, T. Siahaan, mengungkapkan bahwa banjir di kawasan tersebut sudah sering terjadi setiap kali hujan deras. Ia menyebut laporan telah berulang kali disampaikan kepada pemerintah setempat.

“Kalau hujan deras, pasti banjir. Sudah sering kami sampaikan, bahkan saat musrenbang, tapi belum ada realisasi,” ujarnya, Kamis (23/4/2026).

Keluhan serupa disampaikan Marga Naibaho. Ia menilai tidak hanya persoalan drainase yang belum ditangani, tetapi juga kerusakan infrastruktur jalan di kawasan tersebut.

“Bukan hanya drainase, kondisi Jalan Makadame Raya juga sudah rusak parah, tetapi belum diperbaiki. Warga sudah sering menyampaikan, namun belum ada respons,” katanya.

Saat dikonfirmasi, pihak Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Simalungun melalui Bidang Sumber Daya Air menyebutkan bahwa pelaporan harus dilakukan secara berjenjang.

Baca Juga  Warga dan Satgas TMMD Doa Bersama Sebelum Pengeboran Sumur di Nagori Raya Usang

“Laporan seharusnya disampaikan melalui pangulu, kemudian ke UPTD, baru diteruskan ke kami,” ujar salah satu pegawai di kantor tersebut.

Namun hingga berita ini diterbitkan, Kepala Bidang Sumber Daya Air, Mhd Efrizal Lubis, belum memberikan keterangan resmi terkait langkah penanganan banjir di wilayah tersebut.

Warga berharap pemerintah daerah segera mengambil tindakan konkret untuk memperbaiki sistem drainase dan infrastruktur, agar banjir yang terus berulang tidak lagi merugikan masyarakat. (SN19)

 

 

 

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini