Teheran, Sinata.id – Puluhan rudal dilaporkan diluncurkan dari Iran menuju wilayah Israel utara, memicu sistem peringatan dan operasi pertahanan udara di seluruh negeri, Sabtu (28/2/2026). Pasukan Pertahanan Israel (IDF) menyatakan masyarakat diminta mematuhi instruksi Komando Pertahanan Dalam Negeri untuk menghindari risiko cedera.
IDF mengonfirmasi sirene peringatan berbunyi di beberapa wilayah setelah terdeteksi peluncuran rudal dari Iran. “Angkatan Udara Israel saat ini beroperasi untuk mencegat dan menanggulangi ancaman jika diperlukan,” ujar pernyataan resmi IDF, seperti dikutip BBC.
Media Iran, termasuk Press TV, melaporkan antara 30 hingga 75 rudal ditembakkan ke arah Israel. Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) menyatakan serangan tersebut sebagai balasan terhadap serangan AS dan Israel terhadap target di Iran. “Gelombang pertama serangan rudal dan drone telah dimulai terhadap wilayah pendudukan sebagai respons atas agresi musuh,” kata IRGC, dikutip CNN.
Baca: http://Pasca Serangan Israel ke Iran, Benarkah Dunia di Ambang Perang Global?
Laporan media Iran lainnya, seperti Nour News dan Mehr News Agency, menyebut rudal menargetkan “seluruh wilayah Palestina,” istilah yang merujuk pada Israel. Namun, belum ada laporan resmi mengenai jumlah korban atau kerusakan materi.
Insiden ini terjadi menyusul serangan gabungan AS dan Israel terhadap beberapa fasilitas di Iran sebelumnya. Militer Israel menyatakan sistem pertahanan udara mereka tengah aktif untuk mencegat rudal yang masuk, namun memperingatkan pertahanan tidak sepenuhnya sempurna.
Pemerintah Israel menegaskan bahwa masyarakat harus tetap mengikuti panduan Komando Pertahanan Dalam Negeri, termasuk mencari perlindungan di tempat aman saat sirene berbunyi. IDF menambahkan operasi udara akan terus dilakukan untuk menetralkan ancaman yang terdeteksi. (A58)










Jadilah yang pertama berkomentar di sini