Jakarta, Sinata.id – Kebiasaan mencuci ayam mentah sebelum dimasak masih sering dilakukan di banyak rumah tangga. Namun sejumlah lembaga keamanan pangan memperingatkan bahwa praktik tersebut justru berpotensi meningkatkan penyebaran bakteri di area dapur.
Lembaga keamanan pangan Amerika Serikat, USDA Food Safety and Inspection Service, menyebutkan bahwa mencuci ayam mentah tidak membuat daging menjadi lebih aman untuk dikonsumsi.
Aliran air saat proses pencucian dapat memicu kontaminasi silang, yakni perpindahan bakteri dari bahan makanan ke permukaan lain di dapur seperti talenan, wastafel, peralatan memasak, hingga bahan makanan lain.
Percikan air dari keran juga dapat membawa bakteri dari daging ayam mentah ke tangan, pakaian, atau peralatan yang berada di sekitar area pencucian. Kondisi tersebut membuat dapur berisiko menjadi tempat penyebaran mikroorganisme berbahaya.
Hal senada disampaikan oleh lembaga kesehatan Inggris, National Health Service, yang menjelaskan bahwa ayam mentah kerap mengandung bakteri Campylobacter. Mikroorganisme ini merupakan salah satu penyebab umum keracunan makanan.
Paparan bakteri tersebut dapat menimbulkan gejala dalam dua hingga lima hari setelah konsumsi makanan yang terkontaminasi. Keluhan yang muncul antara lain nyeri perut, diare berat, demam, hingga muntah.
Dalam sejumlah kasus, infeksi juga dapat memicu komplikasi seperti Irritable Bowel Syndrome, Reactive Arthritis, hingga Guillain-Barré Syndrome, meskipun kejadian tersebut relatif jarang.
Meski demikian, kebiasaan mencuci ayam mentah masih banyak dilakukan, termasuk di Indonesia. Praktik ini umumnya dipengaruhi oleh kondisi penjualan ayam yang sering ditemukan di pasar terbuka atau di pinggir jalan sehingga dianggap perlu dibersihkan terlebih dahulu sebelum diolah.
Para ahli keamanan pangan menyarankan beberapa langkah untuk meminimalkan risiko penyebaran bakteri ketika menangani ayam mentah di dapur.
Jika ingin membersihkan ayam, sebaiknya tidak dilakukan langsung di bawah air keran yang mengalir. Ayam dapat dibilas atau direndam dalam wadah berisi air untuk mengurangi percikan yang berpotensi membawa bakteri ke permukaan dapur.
Setelah itu, daging ayam disarankan dikeringkan menggunakan tisu dapur sekali pakai. Tisu yang telah digunakan sebaiknya langsung dibuang agar tidak menjadi sumber kontaminasi baru.
Peralatan dapur yang bersentuhan dengan ayam mentah seperti pisau, talenan, dan wastafel juga perlu dicuci menggunakan sabun atau cairan pembersih agar bakteri tidak menyebar ke bahan makanan lain.
Selain itu, tangan harus dicuci menggunakan sabun setelah memegang ayam mentah sebelum menyentuh bahan pangan lainnya.
Lembaga kesehatan menegaskan bahwa cara paling efektif untuk membunuh bakteri pada daging ayam adalah memasaknya hingga matang sempurna.
Proses pemanasan pada suhu tinggi dapat membunuh mikroorganisme berbahaya seperti Campylobacter maupun Salmonella yang mungkin terdapat pada ayam mentah.
Ayam yang telah matang ditandai dengan daging yang tidak lagi berwarna merah muda dan matang merata sebelum disajikan. (A58)










Jadilah yang pertama berkomentar di sini