Info Market CPO
🗓 Update: Kamis, 30 April 2026 |18:09 WIB |Volume: 0.5K • 0.3K • 0.2K DMI • FOB TDUKU • LOCO PARINDU • LOCO KEMBAYAN • LOCO NGABANG • LOCO LUWU
HARGA CPO (WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
15312 15225 (KJA) 15400 (AGM) 15450 - WD
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
15312 15225 (KJA) 15205 15450 - WD
N6 N4 (N6)
Vol: 0.5K · FOB TDUKU
15112 (PRISCOLIN) 14995 (MM) 15000 (AGM) 15250 - WD
N6 N4 (N6)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
14787 14490 (MNA) 14600 (PBI) 15100 - WD
N13 N4 (N13)
Vol: 0.3K · LOCO KEMBAYAN
14762 14490 (MNA) 14500 (PBI) 15000 - WD
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K · LOCO NGABANG
14947 14490 (MNA) 14600 (PBI) 15100 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 0.5K · LOCO LUWU
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • Pasar cenderung melemah pada beberapa lokasi LOCO
  • Persaingan harga cukup ketat antar bidder
  • Masih terdapat beberapa grade tanpa penawaran
👥Sumber: Internal Market CPO
Advertisement
Model
News

Australia Siaga Wabah Campak, Kemenkes RI Keluarkan Imbauan Khusus Bagi Wisatawan

australia siaga wabah campak, kemenkes ri keluarkan imbauan khusus bagi wisatawan
Ilustrasi. (Ist)

Jakarta, Sinata.id — Otoritas kesehatan Australia tengah bersiaga tinggi menghadapi lonjakan kasus campak yang bahkan menjalar ke beberapa kota besar seperti Sydney, Canberra, dan Perth. Situasi ini mendapatkan perhatian serius dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) yang hari ini resmi mengeluarkan imbauan bagi warga Indonesia, terutama mereka yang berencana atau sedang melakukan perjalanan ke Negeri Kangguru.

Kemenkes membeberkan bahwa notifikasi resmi telah diterima melalui mekanisme International Health Regulations (IHR) dari otoritas kesehatan Australia terkait satu kasus campak pada pelancong asal Indonesia. Kasus ini diketahui positif setelah melakukan perjalanan dari Jakarta menuju Perth pada awal Februari lalu.

Advertisement

Kasus yang dilaporkan melibatkan seorang perempuan berusia 18 tahun yang telah menerima vaksin measles-mumps-rubella (MMR) lengkap pada 2009 dan 2012. Gejala awal muncul saat berada di Perth, dan hasil pemeriksaan PCR menunjukkan ia positif campak, namun belum terjadi kematian.

Baca Juga  Kendalikan Inflasi untuk Menjaga Stabilitas Sumut Pascabencana

Baca Juga: Perjalanan Spiritual Davina Karamoy, Mualaf Usai Dengar Surat Al-Isra dalam Masa Sakit

Australia Catat Sejumlah Kasus Lokal dan Riwayat Kontak

Otoritas kesehatan di berbagai negara bagian Australia telah mengeluarkan serangkaian peringatan publik menyusul temuan kasus yang melibatkan pelancong asing maupun penularan lokal. Di New South Wales (NSW) sendiri, terdapat puluhan kasus campak yang dikonfirmasi sejak awal tahun dan sejumlah lokasi—termasuk bandara, pusat perbelanjaan, hingga tempat umum—ditetapkan sebagai lokasi paparan. Otoritas NSW mengimbau masyarakat yang datang ke lokasi teridentifikasi tersebut untuk waspada terhadap gejala demam, batuk, mata merah, hingga ruam dan segera menghubungi fasilitas kesehatan jika gejala tampak.

Risiko Penyebaran Tetap Tinggi, Meski Sudah Divaksinasi

Baca Juga  Bank Mandiri Borong Cloudera APAC Award 2025 Berkat Inovasi AI dan Big Data

Dikenal sebagai penyakit yang sangat menular, campak dapat menyebar melalui udara dari batuk atau bersin pasien yang terinfeksi. Virus ini bisa tetap aktif di udara sampai beberapa jam dan seseorang yang terpapar berpotensi menunjukkan gejala antara 7 hingga 18 hari kemudian.

Menurut pedoman kesehatan Australia, siapa pun yang lahir setelah 1966 dan tidak memiliki catatan dua dosis vaksin campak harus segera melengkapi imunisasinya—terutama bagi pekerja kesehatan, anak-anak, serta orang yang sering bepergian ke luar negeri.

Imbauan Kemenkes RI Kepada Warga Negara Indonesia

Dalam keterangannya yang dikutip pada Minggu (22/2/2026), Kemenkes menekankan sejumlah langkah penting yang harus dipahami pelancong Indonesia:

  • Memastikan status vaksinasi MMR sebelum melakukan perjalanan internasional, terutama ke negara-negara dengan kejadian campak yang meningkat, seperti Australia.
  • Memonitor gejala kesehatan diri sendiri dan keluarga setelah kembali dari perjalanan selama minimal 21 hari.
  • Bila mengalami demam, ruam, atau gangguan pernapasan, segera konsultasi ke fasilitas kesehatan tanpa menunda, serta menghindari kontak langsung dengan orang lain untuk mencegah penularan lebih lanjut.
Baca Juga  Derita Panjang Kembar Siam Ganga dan Jamuna Mondal, Sejak Bayi Sudah "Dijual" demi Uang

[a46]

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini